Minggu, 3 Maret 2024

The Minions Tak Turun di German Open 2022, Ternyata Ini Alasannya

Murianews
Kamis, 3 Februari 2022 22:09:08
Pasangan Ganda Indonesia Kevin/Marcus dalam sebuah pertandingan. (Foto: PBSI)
[caption id="attachment_270032" align="alignleft" width="880"]The Minions Pasangan Ganda Indonesia Kevin/Marcus dalam sebuah pertandingan. (Foto: PBSI)[/caption] MURIANEWS, Jakarta- Tim Bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di German Open 2022, tidak menyertakan pasangan ganda putra The Minions Kevin Sanjaya/Marcus Gideon. The Minions tidak turun di turnamen ini, dengan beberapa alasan. Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi mengungkapkan alasan mengapa The Minions Kevin Sanjaya /Marcus Gideon akhirnya harus absen di turnamen German Open 2022 ini. Pada turnamen yang akan digelar mulai 8-13 Maret 2022 mendatang, nama Kevin/Marcus memang tidak ada dalam daftar pemain Tim Indonesia. Menurut Herry IP, mereka memang memilih keputusan itu sendiri. Pasangan ini menyatakan lebih memilih untuk fokus pada turnamen yang lebih bergengsi yakni Alla England di Inggris. Secara kebetulan turnamen bulutangkis terbesar itu diselenggarakan tepat satu pekan setelah gelaran German Open 2022. "Ya mereka mau fokus di All England saja," ucap Herry IP, Kamis (3/2/2022). Turnamen All England sendiri akan berlangsung pada 16-20 Maret 2022. Turnamen All England ini merupakan turnamen bulutangkis paling tua yang pernah digelar di dunia. Keberadaannya menjadi salah satu yang paling bergengsi hingga saat ini. BACA JUGA: Bulutangkis Olimpiade 2020: Banting Raket di Lapangan, Kevin-Marcus Tumbang Di turnamen ini, pasangan The Minions sudah pernah menjadi juara dua kali beruntun. Hal itu terjadi pada All England edisi 2017 dan 2018 lalu. Kemenangan di All England 2017 bahkan bisa dikatakan menjadi momentum awal munculnya pasangan The Minions menjadi yang nomer 1 di dunia untuk ganda putra. Ganda putra terakhir Indonesia yang memenangkan All England adalah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada 2019. Sementara untuk pasangan ganda terakhir yang berhasil meraih juara adalah pasangan campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva di 2020. Turnamen All England terakhir pada 2021 menimbulkan ‘luka’ bagi Tim Bulutangkis Indonesia. Saat itu Tim Indonesia akhirnya memilih mundur dari turnamen, setelah tersangkut kasus positif covid-19. Karena berada dalam satu pesawat dengan orang yang dinyatakan positif covid-19, beberapa pemain Indonesia tidak bisa bertanding. Sehingga PBSI akhirnya memilih untuk menarik para pemainnya keluar dari turnamen. Penulis: Budi Erje Editor: Budi Erje Sumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Komentar