Kamis, 30 November 2023

Korban Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Menjadi 153 Orang

Murianews
Minggu, 2 Oktober 2022 10:49:48
Korban tragedi Kanjuruhan dikabarkan bertambah menjadi 153 orang. Sebelumnya pihak Polda Jawa Timur menyebutkan korban meninggal dalam kejadian ini mencapai 127 orang. (pssi)
[caption id="attachment_321624" align="alignleft" width="1448"]Tragedi Kanjuruhan Korban tragedi Kanjuruhan dikabarkan bertambah menjadi 153 orang. Sebelumnya pihak Polda Jawa Timur menyebutkan korban meninggal dalam kejadian ini mencapai 127 orang. (pssi)[/caption]

MURIANEWS, Malang – Korban tragedi Kanjuruhan dikabarkan bertambah menjadi 153 orang. Sebelumnya pihak Polda Jawa Timur menyebutkan korban meninggal dalam kejadian ini mencapai 127 orang. Sementara 180 orang lainnya dalam perawatan pihak RS.

Namun seiring dengan perkembangan yang terjadi, Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) menyebut telah terjadi penambahan jumlah korban. Komnas HAM pada Minggu (2/10/2022) menyebut jumlah korban meninggal di kejadian ini sudah menyentuh 153 orang.

Jumlah korban meninggal dimungkinkan bisa bertambah lagi, mengingat masih banyak yang menjalani perawatan di RS. Mengenai jumlah pasti dalam kejadian ini, masih belum ada keterangan resmi kembali dari pihak-pihak berwenang.

Berbagai informasi di media sosial berseliweran menyangkut jumlah korban meninggal di peristiwa Tragedi Kanjuruhan ini. Mereka yang terlibat langsung dalam kejadian ini banyak yang menyebut di media sosial, sangat yakin jumlahnya akan bertambah lagi.

Tragedi Kanjuruhan merujuk pada kejadian kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, setelah laga Arema FC Vs Persebaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 berakhir. Pertandingan ini merupakan pertandingan pekan ke-11 di level puncak Liga Indonesia.

Pertandingan yang berakhir kekalahan 2-3 bagi Arema FC membuat Aremania, pendukung setia mereka kecewa. Mereka diketahui menyerbu ke tengah lapangan, dan menimbulkan kerusuhan.

Upaya pembubaran massa yang dilakukan pihak keamanan dengan ‘melempar’ gas air mata terbukti menimbulkan akibat tak terduga. Gas air mata yang menerpa membuat para pendukung Arema panik, dan begegas menghindar.

Sayangnya, pintu keluar yang digunakan tidak mampu memberi akses bagi ribuan orang yang secara bersamaan ingin melewatinya. Selain itu ketakutan terhadap apparat keamanan, diduga juga membuat mereka tidak bisa secara logis mencari upaya selamat dari terpaan gas air mata.

BACA JUGA: Tewaskan 127 Orang, Begini Kronologi Tragedi Kanjuruhan Malang

Puncaknya, banyak yang kemudian terijak-injak saat berdesakan menghindar dari hujan gas air mata. Mereka yang terjatuh kemudian terinjak-injak dan diduga ‘terguyur’ gas air mata. Selain terinjak-injak mereka yang meninggal dunia diduga mengalami sesak nafas akibat gas air mata.

"Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim pergabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion," papar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, pada Minggu (2/10/2022), pagi.

Mereka yang mengalami sesak nafas, akhirnya pingsan. Karena tidak segera mendapatkan penanganan, akhirnya berujung kematian. Kejadian ini dipastikan menjadi pukulan telak bagi sepak bola nasional.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: Okezone.com

Komentar