Minggu, 3 Maret 2024

Cabor Angkat Besi Pati Bagaikan Anak Tiri

Umar Hanafi
Selasa, 6 Juni 2023 16:51:43
Atlet angkat besi asal Pati, Tasya Rizky Citra Lestari berhasil naik podium Kejurnas 2023. (Murianews/Istimewa)
Murianews, Pati – Cabang olahraga (cabor) angkat besi sudah banyak menyumbang medali untuk Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di berbagai ajang. Namun, nasib cabor ini bagaikan anak tiri. Olahraga adu kekuatan ini telah mendulang berbagai prestasi di berbagai ajang. Tak hanya tingkat daerah, para lifter cabor ini beberapa kali mampu unjuk gigi di ajang nasional. Terbaru, salah satu lifter angkat besi Pati, Tasya Rizky Citra Lestari berhasil naik podium dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2023 di Samarinda, Kalimantan Timur. Ia berhasil merebut medali perunggu di ajang Kejurnas yang digelar pada tanggal 27-29 Mei 2023 itu. Walau menyumbang berbagai medali dan mengharumkan nama Kabupaten Pati bahkan provinsi, cabor ini justru masih menjadi anak tiri bagi Kabupaten Pati. Keberadaan tempat hingga alat latihan masih dikeluhkan oleh para atlet. Susahnya menjadi atlet olahraga angkat besi di Kabupaten Pati inilah yang dirasakan Tasya Rizky Citra Lestari. Rizky mengeluhkan peralatan latihan yang kurang memadai. Bagi Tasya peralatan latihan berupa besi yang ia gunakan bukan peruntukan cabor angkat besi. Besi yang tersedia di tempat latihan Kompleks Stadion Joyo Kusumo sebetulnya hanya untuk para atlet angkat berat saja. Hanya saja ia terpaksa menggunakan alat tersebut untuk menunjang latihan selama ini. Dirinya berharap ada kepedulian dari pemerintah mengenai hal ini. ”Tolonglah untuk besi dibelikan yang baru. Di Pati sebenarnya tidak ada besi untuk cabor angkat besi, adanya untuk cabor angkat berat yang 20 kg itu. Sedangkan cabor saya butuhnya 15 kg,” ujar dia. BACA JUGA: Atlet Angkat Besi Pati Rebut Medali di Kejurnas 2023 Bahkan, ruangan latihan yang berada di bawah tribun Stadion Joyo Kusumo sempat akan dialihfungsikan untuk perhelatan kompetisi sepak bola Liga 2. Padahal tempat tersebut merupakan satu-satu tempat latihan di Kabupaten Pati yang representatif digunakan. ”Kami protes waktu itu, tapi kebetulan sepakbola berhenti karena ada tragedi Kanjuruhan. Sehingga kami bisa latihan kembali,” terang dia. Sementara itu Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pati, Mustamaji mengakui belum baiknya fasilitas tempat latihan para atlet angkat besi menilai bukan sepenuhnya tanggungjawab KONI. ”Penambahan sarpras dan belanja lain di KONI tidak bisa seketika. Jadi harus mengajukan dulu di satu tahun sebelumnya. Seandainya kalau ada permohonan baru kita ajukan. Sedangkan untuk cairnya juga masih mempertimbangkan kondisi keuangan daerah,” pungkas dia. Editor: Budi Santoso

Baca Juga

Komentar