Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Koni Kabupatn Kudus, Antoni Alfin menjelaskan keinginan Koni untuk mempunyai cabang olahraga dayung memang sudah lama. Hanya, selama ini realisasinya tidak terwujud terkendala fasilitas lapangan (venue).

“Karena Logung sudah maksimal saya rasa bisa dijadikan venue,” katanya.

Survey pun telah dilakukan beberapa kali. Kelayakan venue, keamanan dan faktor-faktor lainnya ditinjau untuk menentukan apakah Logung benar-benar layak dijadikan venue olahraga baru di Kudus tersebut.

“Kami sudah lakukan survey,” ucapnya.

Jika tak ada hambatan, survey akan diadakan kembali bulan depan. Pihaknya mengaku serius dalam mengembangkan olahraga baru di Kota Kretek.  Mengingat Kudus punya potensi besar untuk memiliki cabor tersebut.

“Atlet juga mulai kita bina. Kita akan libatkan pelatih profesional,” kata Anton.

Jika berhasil, bukan tidak mungkin cabor dayung bisa diikuti Kudus pada Gelaran Porprov di 2022 mendatang. “Jadi jika berhasil dibina dengan cepat bisa diikutsertakan pada porprov mendatang,” ucapnya.

Hingga kini Kudus telah mempunyai 46 cabang olahraga. Tiga di antaranya adalah cabor baru. Mereka adalah soft tennis, gate ball, dan dayung,” tandasnya.’
Hingga kini Kudus telah mempunyai 46 cabang olahraga. Tiga di antaranya adalah cabor baru. Mereka adalah soft tennis, gate ball, dan dayung,” tandasnya.’Sementara, Pembangunan Bendungan Logung yang berletak di perbatasan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo sudah tuntas pengerjaannya. Proses pengisian bendung atau impouding juga telah mencapai elevasi ideal.Penanggung Jawab Bendungan Logung, Bimo Anjasmoro menyampaikan hal tersebut. Bimo menerangkan, impouding diambil dari Sungai Logung dan Sungai Gajah. Sedang ketinggian elevasi Logung hari ini mencapai 88,5 (satuan elevasi). Air dari bendung Logung pun telah limpas atau tumpah ke jalur air yang disediakan.“Elevasi Logung sudah ideal,” lanjutnya.Hanya, hingga saat ini Logung masih dalam tahap pemeliharaan. Nantinya, pasca masa pemeliharaan usai, bendungan bisa sepenuhnya dimanfaatkan. Baik untuk sektor irigrasi ataupun pencegah banjir di Kecamaan Jekulo dan Sekitarnya.“Hingga kini masih dalam tahap pemeliharaan,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler