Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Besok akan ditinjau,” ucap Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus Antoni Alfin ketika ditemui di kantornya, Selasa (8/10/2019) pagi

Alfin mengatakan, berdasar informasi, Kudus akan jadi kabupaten kedua yang ditinjau setelah Jepara. Sedang hingga pekan kemarin baru Solo Raya yang telah ditinjau venuenya. Sementara untuk Semarang dan Tegal akan menunggu Pati Raya di survey terlebih dahulu.

“Jadi yang sudah baru Solo,” katanya.

Berbicara teknis, pihaknya pertama-tama akan memaparkan terlebih dahulu kesiapan venue di Kudus pada tim verifikasi. Kemudian pihak tim akan memutuskan akan ke venue mana mereka akan meninjau.

“Jadi ya memang kami harus menyiapkan semua venue,” lanjutnya

Kesiapan venue beserta sarprasnya hingga kini memang terus dilakukan. Hanya tidak bisa berskala besar-besaran. Penyiapan hanya dilakukan untuk gelaran Popda pada 2020 nanti. Gelaran Poda juga akan digunakan untuk evaluasi venue .

“Sambil jalan kami evaluasi, kami lihat yang kurang dan kami persiapkan,” jelas Anton.
“Sambil jalan kami evaluasi, kami lihat yang kurang dan kami persiapkan,” jelas Anton.Terkait peluang menjadi tuan rumah, Anton mengaku tetap optimistis Pati Raya bisa menjadi tuan rumah Porprov di 2022 mendatang. Pati Raya sendiri akan bersaing dengan empat kota lain. Yakni Solo Raya, Semarang, Tegal dan Pemalang.“Kami optimistis saja, kami persiapkan semuanya,” ucapnya.Pemberdayaan serta peningkatan kualitas atlet juga terus digalakkan. Pemberian intensiv pada ppara juga pihaknya lakukan. Dengan tujuan atlet tidak akan lari ataupun ‘dicuri’ daerah lain. Mengingat fenomena tersebut sering terjadi menjelang mepet kompetisi.“Kami tak ingin itu terjadi,” tandas Anton. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler