Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sudah jatuh tertimpa tangga, begitu agaknya perumpamaan nasib Persiku Kudus tahun 2021 ini. Usai terdepak di Liga 3 Jawa Tengah, mereka kini tak diberi anggaran melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) oleh asosiasi yang menaunginya.

Baik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kudus, mereka sepakat untuk tidak menggelontorkan dana bagi Persiku senior. Alasannya, pendanaan bagi Persiku senior bukanlah prioritas di Perkada 2021 ini.

“Kita tahu jika APBD Perubahan ini terlambat hingga akhirnya dicairkanlah melalui Perkada yang mana itu bisa dicairkan jika dirasa mendesak. Sementara Persiku senior ini tidak masuk dalam kategori yang mendesak,” kata Ketua KONI Kudus Imam Triyatno, Rabu (29/12/2021).

Selain itu, managemen Persiku Kudus juga sama sekali tidak pernah berkomunikasi terkait biaya operasional klub. Kini, setelah guliran laga selesai, mereka juga belum mengirimkan laporan pertanggungjawaban keuangannya.

BACA JUGA: ‘Remuk’ di Liga 3 Jawa Tengah, Manajer Persiku Kudus Dicopot

“Sehingga kami tidak bisa mengatakan jika ini penting dan mendesak. Gelaran liganya saja sudah selesai, mereka juga tersingkir di awal, akan sangat sulit jika tidak dilengkapi dengan laporan tersebut,” imbuhnya.

Walaupun begitu, biaya operasional Macan Muria selama gelaran Liga 3 Jawa Tengah tahun ini tetap akan dianggarkan di APBD murni 2022. Namun dengan syarat, managemen harus mengumpulkan LPJ-nya terlebih dahulu.“Selagi itu masuk akal dan masuk hitungan tetap akan kami bayarkan, Persiku ini kan ya milik semua masyarakat Kabuapaten Kudus,” pungkasnya.Ketua Askab PSSI Kudus Daniel Budi Sampurna menyampaikan, Askab sendiri pada Perkada ini dikucuri anggaran sekitar Rp500 juta. Jumlah tersebut telah diplotkan sesuai urgensinya.Diantaranya untuk membuayai pembinaan melalui diklat PSSI Kudus sebesar Rp200 juta, untuk operasional Persiku Jr sebesar Rp200 juta, dan Rp 100 juta untuk kegiatan Askab PSSI Kudus.“Sebagai bapak kami sudah mengalah dan yang paling besar ada di mereka,” pungkasnya.Reporter: Anggara JiwandanaEditor: Budi erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler