Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus- Partai perempat final Liga Champions yang mempertemukan FC Porto vs Chelsea, merupakan pertarungan dari dua tim kejutan. Baik Porto maupun Chelsea, sama-sama mengalami kesulitan di liga domestiknya masing-masing.
Chelsea baru saja kalah secara mengejutkan 5-2 dari West Bromwich Albion akhir pekan lalu. Hasil ini membuat mereka terlempar dari empat besar Liga Primer Inggris sekaligus menandai kekalahan pertama The Blues di era Thomas Tuchel.
Setali tiga uang, Porto juga tengah menghadapi masalah sama di liga domestiknya. Sampai saat ini mereka juga masih kesulitan mengejar Sporting CP di puncak klasemen Primeira Liga Portugal.
Namun di Liga Champions musim ini, baik Chelsea maupun Porto bisa dikatakan merupakan tim-tim kuda hitam. Chelsea sukses menyingkirkan Atletico Madrid, raksasa Spanyol yang dikenal amat sulit ditaklukkan.
Sementara Porto malah lebih mengejutkan, manakala mereka mampu menyingkirkan Juventus dengan Christiano Ronaldo dan bintang-bintang top yang dimilikinya. Bisa saja dengan status kuda hitam ini, Porto bisa membuat kejutan lebih, seperti saat eranya Jose Mourinho dulu.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




FC Porto vs Chelsea (goal.com)[/caption]
MURIANEWS, Kudus- Partai perempat final Liga Champions yang mempertemukan FC Porto vs Chelsea, merupakan pertarungan dari dua tim kejutan. Baik Porto maupun Chelsea, sama-sama mengalami kesulitan di liga domestiknya masing-masing.
Chelsea baru saja kalah secara mengejutkan 5-2 dari West Bromwich Albion akhir pekan lalu. Hasil ini membuat mereka terlempar dari empat besar Liga Primer Inggris sekaligus menandai kekalahan pertama The Blues di era Thomas Tuchel.
Setali tiga uang, Porto juga tengah menghadapi masalah sama di liga domestiknya. Sampai saat ini mereka juga masih kesulitan mengejar Sporting CP di puncak klasemen Primeira Liga Portugal.
Namun di Liga Champions musim ini, baik Chelsea maupun Porto bisa dikatakan merupakan tim-tim kuda hitam. Chelsea sukses menyingkirkan Atletico Madrid, raksasa Spanyol yang dikenal amat sulit ditaklukkan.
Sementara Porto malah lebih mengejutkan, manakala mereka mampu menyingkirkan Juventus dengan Christiano Ronaldo dan bintang-bintang top yang dimilikinya. Bisa saja dengan status kuda hitam ini, Porto bisa membuat kejutan lebih, seperti saat eranya Jose Mourinho dulu.
Di atas kertas, Chelsea tentu diunggulkan untuk memenangi perempat-final ini. Namun, Porto tentu tidak bisa dianggap remeh setelah apa yang mereka lakukan atas Juventus.
Fakta bahwa Chelsea kesulitan mencetak gol di era Tuchel membuat laga ini bakal semakin menarik.
Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: