Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Como- Keberhasilan Como 1907 menjadi salah satu klub Serie C yang promosi ke Seri B, Liga Italia, menjadi buah bibir di negeri spaghetti. Pasalnya, klub ini merupakan salah satu klub lawas, yang mulai mendapatkan kebangkitannya.

Hebatnya, kebangkitan prestasi klub Como 1907 ini terjadi setelah kepemilikannya dipegang oleh orang Indonesia. Sejak 2019 lalu, Como 1907 memang menjadi milik Djarum Grup, Indonesia.

Nama Como Calcio atau sekarang lebih dikenal sebagai Como 1907 FC, sebelumnya memang sempat jadi perbincangan terutama bagi kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.

Pasalnya, tim yang bermarkas di stadion Giuseppe Sinigaglia ini telah diakuisisi oleh salah satu perusahaan milik Indonesia yakni Djarum Group pada 2019 silam.

Pemilik Djarum Grup, telah mengambil alih saham Como 1907 dari pemilik sebelumnya melalui anak perusahaan, SENT Entertainment. Perusahaan ini yang berbasis di Inggris, dan melakukan akuisisi pada awal April 2019.

Baru semusim mengakuisisi saham Como 1907, Djarum Group telah berhasil meningkatkan performa tim bahkan menjadikannya sebagai kampiun di Liga Italia. Mereka juara Liga Serie C dan promosi ke Serie B musim depan.

BACA:Milik Djarum Group, Como 1907 Promosi Ke Liga Serie B Italia

Klub Italia berjuluk I Lariani, sejak berdiri pada 1907 sudah dua kali mengalami kebangkrutan. Pada musim 1949-1950 silam Como 1907 pernah berlaga di Kompetisi Liga Seri A.

Di Serie A, klub ini sempat mencapai posisi 7 di klasemen akhir. Saat itu mereka mampu mengumpulkan 41 poin di musim pertamanya tahun 1949. Sedangkan musim berikutnya, mereka finish di posisi 8 besar dengan perolehan angka 40.Pada musim ke-3 mereka di Serie A, mereka gagal bertahan. Kembali mereka bermain di Seri B. Semusim berikutnya, mereka juga gagal bangkit dan langsung terdegradasi di Serie C dan bahkan ke Serie D.Tahun 2002-2003, Como 1907 FC sempat kembali masuk ke jajaran elite Liga Serie A Italia. Namun masalah finansial membuat mereka kembali terdegradasi lagi untuk kesekian kalinya di akhir kompetisi.FGIC (Federasi Sepak Bola Italia), pada tahun 2004 sempat menyatakan Como 1907 bangkrut. Masuk tahun 2005 mereka berhasil mendapatkan investor baru, namun sampai 2017 mereka kembali dinyatakan bangkrut.Tahun 2019, Grup Djarum Indonesia, akhirnya mengakuisisi saham klub ini. Dibawah Djarum Indonesia, Como 1907 menunjukan perkembangan cukup impresif. Mereka kembali promosi ke Seri B musim depan.Sebagai klub kuno Italia, Como 1907 ternyata juga pernah melahirkan beberapa pemain bintang di Timnas Italia. Salah satunya adalah Marco Tardelli, yang akhirnya menjadi legenda Timnas Italia.Sejak berhasil mengemas 36 penampilan dengan dua gol, Marco Tardelli mendapatkan karir bagus. Berikutnya pemain ini diboyong Juventus (1975-1985) dan Iter Milan (1985-1987). Sementar di level Timnas Italia, masa edarnya berdurasi 1976 hingga 1986.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: indosport.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler