Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Sukses Manchester City memetik kemenangan di laga leg pertama semifinal Liga Champions, VS PSG, Kamis (29/4/2021) dinihari, memunculkan sosok Ruben Dias. Bek Manchester City ini, disebut-sebut oleh banyak media di Eropa, menjadi salah satu kunci sukses timnya.

Media di Eropa bahkan menyebut, Ruben Dias sukses menjinakan dua pemain bintang PSG, Neymar Jr dan Kylian Mbappe. Kedisiplinan dan kemampuannya membuat dua pemain mematikan ini tidak bisa bermain seperti biasanya.

Manchester City menang 2-1, atas PSG di Stadion Parc De Princes, Paris. Hasil ini menjadi modal sangat penting bagi Man City, saat menghadapi PSG di leg kedua.

Sempat tertinggal lewat gol Marquinhos di menit ke-15, The Citizens bangkit di babak kedua dengan dua gol dari Kevin de Bruyne (64') dan tendangan bebas Riyad Mahrez (71').

Dalam kemenangan itu, Pep Guardiola tampaknya harus memberikan pujian untuk Ruben Dias. Bek asal Portugal tersebut tampil begitu efisien mengawal pertahanan Man City bersama John Stones, Kyle Walker, Joao Canelo yang kemudian digantikan Oleksandr Zinchenko.

Kinerja Ruben Dias sangat berhasil dalam menghambat pergerakan dua bintang PSG, Mbappe dan Neymar dalam laga krusial itu. Salah satu kontribusi penting pemain 23 tahun itu adalah 'mematikan' pergerakan Mbappe dan Neymar, dengan tidak menggunakan man tom man marking. Dias melakukannya dengan cara menghambat aliran bola kepada keduanya.Pada babak pertama pemain ini menunjukan ketenangannya saat menghadapi trobosan-trobosan Alessandro Florenzi untuk Mbappe atau Neymar. Dengan dingin Dias bisa memotong jalannya bola itu dengan tekel-tekel bersihnya.Saat di kotak penalti, mantan pemain Benfica itu juga begitu tenang dan dingin. Dias tidak tergesa-gesa melakukan tekel berbahaya saat harus menghentikan Mbappe atau Neymar.Media-media Eropa menyebut, kedisiplinan dan peran Dias yang ditampilkan dengan benar, membuat Mbappe dan Neymar mengalami mati gaya. Mbappe gagal melepaskan tembakan ke gawang Ederson. Sedangkan dibuat tanpa kontribusi baik berupa gol maupun assist pada laga tersebut.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: cnnindonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler