Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kopenhagen- Siapapun tahu siapa Kylan Mbappe pada saat sekarang ini. Penyerang Prancis ini bahkan disebut-sebut menjadi salah satu yang terhebat di muka bumi untuk urusan bermain sepak bola.

Tiga tahun lalu, saat berlaga di Piala Dunia 2018, Mbappe adalah pahlawan bagi Prancis. Gol-gol impresiffnya membawa Prancis keluar sebagai Juara Dunia. Saat itu nama Mbappe berkibar dan mulai dikenal di seluruh penjuru dunia.

Namun Selasa (29/6/2021) dinihari, terutama para pendukung Prancis terpaksa harus mengakui bahwa penampilanya ‘memble’. Kylan Mbappe harus pasrah menerima label sebagai ‘biang kerok’ gagalnya Prancis di arena Euro 2020.

Dalam adu tendangan pinalti, Mbappe yang merupakan penendang terakhir bagi Prancis gagal menjalankan tugasnya. Sebagai penendang terakhir, Mbappe diharapkan bisa menjadi ‘gong’ penentu. Memang benar akhirnya ia berhasil membuat dunia ‘terbelalak’, namun bukan karena sebuah keberhasilan, tapi karena kegagalannya.

Penjaga gawang Swiss, Yann Sommer berhasil mengeblok tendanganya. Semua orang tidak mempercayai hal ini. Bahkan mungkin pada diri Yann Sommer sendiri. Usai mencetak gol, Yann Somer dan para pemain Swiss bahkan terdiam beberapa saat, tidak percaya bahwa mereka sudah menyudahi pertandingan dengan kemenangan.

Beberapa detik setelah memandangi rekan-rekannya, Yann Sommer yang kemudian sadar bahwa timnya telah meraih kemenangan, langsung berteriak histeris. Selanjutnya, ledakan kegembiraan berhamburan dari para pemain Swiss lain yang menyerbu ke arah Yann Sommer.
Inilah drama sepak bola terbesar yang terjadi di pentas Euro 2020, setelah sebelumnya Denmark dua kali membuat letupan dalam keikutsertaannya. Yann Sommer adalah pahlawan, sementara Kylan Mbappe adalah ‘pesakitan’.Drama sepak bola yang melibatkan pemain top dengan harga 160 Juta Euro atau setara kurang lebih Rp2,75 triliun. Tendangan pemain ini digagalkan oleh Yann Sommer, kiper dari klub Borrusia Muenchenglanbach yang harganya hanya seperduapuluh enam dari Mbappe.Terlepas apakah tengah dinaungi dewi fortuna, Yann Sommer nyatanya berhasil mengeblok dengan tepat tendangan Mbappe. Ini adalah ‘sesuatu’ yang luar biasa, bagi kiper yang saat ini harganya sekitar 6 Juta Euro atau sekitar Rp104 Miliar ini.Kegagalan Prancis dan Mbappe, jelas akan dikenang di sepanjang massa. Sepak bola terkadang memang menyajikan drama-drama seperti dalam kehidupan. Mbappe tiga tahun lalu adalah pahlawan Prancis, tapi dinihari tadi dirinya ‘memble’. From Hero To Zero.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeDari berbagai sumber

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler