Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, London- Keinginan besar masyarakat Inggris untuk menjadi bagian sejarah dari sepak bola mereka sangat besar. Ribuan orang masih ingin menyaksikan langsung Final Euro 2020 Italia Vs Inggris, di Webley, Minggu (11/7/2021) malam.

Meskipun tiket pertandingan telah dinyatakan habis terjual oleh UEFA, namun masih banyak orang berburu tiket pertandingan ini. Bahkan tiket untuk final pertama Inggris sejak 1966 dijual oleh calo dengan harga £54,000 atau Rp1 Milyar lebih. Wedew.

Tingginya permintaan atas tiket pertandingan itu, memicu ‘perang penawaran’ secara online. Meski situs resmi UEFA telah menyatakan tiket sudah habis terjual sejak awal pekan lalu, namun penawaran ‘kursi Wembley’ masih muncul di sejumlah situs web penjualan.

Pada Jum’at (9/7/2021), masih bisa ditemykan penawaran dua lembar tiket di situs web tout Ticombo seharga £54,000 atau Rp1 Milyar lebih. Harga ini sudah 180 kali lebih mahal dari harga aslinya yang £295 atau sekitar Rp6 Juta.

Dalam penawaran itu sepasang tiket ditawarkan seharga £43.000, dan masih ditambahi dengan biaya pemesanan sebesar £11.000. Sehingga total harganya mencapai £54,000.

Di situs web Live Football Tickets, untuk tiket yang sama mematok harga £40.000. Ribuan lainnya ditawarkan dengan harga mulai dari £ 5.000 hingga £ 30.000 di berbagai situs web lainnya. Namun demikian tidak jelas apakah yang dijual adalah tiket asli.

UEFA sendiri telah memperingatkan, bagi pendukung yang membeli tiket pertandingan dari menggunakan situs web diluar situs resmi, bisa menghadapi penolakan masuk ke stadion. Sedangkan dari beberapa lembaga pengawas konsumen di Inggris, menyebut banyak tiket yang dijual dengan cara itu adalah palsu.

[caption id="attachment_227377" align="alignleft" width="1119"] Tiket Final Euro 2020. (UEFA)[/caption]

Sebuah akun Twitter bernama 'Wembley Scam Tickets', menyatakan telah mendapatkan laporan mengenai adanya penjual tiket palsu. Akun ini menyatakan telah mengkonfirmasi adanya pendukung yang telah membayar £32.000, namun ternyata tiketnya palsu.Beberapa orang juga telah menulis ulasan online pedas terhadap situs web tout, yang berisi keluhan bahwa tiket yang sudah dibayar belum dikirim. Sementara saat dicoba dihubungi, situs ini mengabaikan panggilan teleponnya.Adam French, seorang pakar hak konsumen di Inggris, memperingatkan bahwa para penggemar bisa 'mengeluarkan ribuan pound dari kantongnya' tanpa sadar. Kemenangan Inggris atas Denmark, telah membuat konsumen mulai berebut tiket itu.“Kami melihat tiket dijual di situs web atau melalui penjual sekunder seharga ribuan pound. Meskipun beberapa situs web ini mengklaim sebagai 100 persen penjual tiket terpercaya, namun seringkali tidak demikian nyatanya,” ujar French.Sementara itu, Adam Webb, dari kelompok kampanye FanFair Alliance, mengatakan, situs-situs web tiket palsu terus membeli jalan untuk bisa ke puncak hasil pencarian internet. Kemudian mereka menyesatkan pembeli, dan memberikan bisnis yang sangat kontroversial dengan jubah legitimasi yang tidak layak.“Sebagian besar situs web itu terdaftar di luar Inggris. Sehingga sulit bagi pendukung untuk bisa mendapatkan pengembalian uang jika terjadi permasalahan,” ujar Adam Webb.Final Euro 2020 antara Italia Vs Inggris pada hari Minggu (11/7/2021) malam waktu Inggris, akan dibuka untuk 67.500 orang. Pemerintah Inggris sebelumnya diminta untuk bisa mengijinkan 90 ribu, dari total kapasitas 120 ribu yang dimiliki. Namun permintaan itu ditolak pemerintah Inggris.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: Daily Mail

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler