MURIANEWS, Tokyo- Karena sama-sama mampu mencatat lompatan setinggi 2,37 meter, dua atlet cabang olahraga lompat tinggi di Olimpiade 2020, akhirnya berbagai medali emas. Keputusan ini terjadi pada Minggu (1/8/2020), setelah atlet Italia dan Qatar mencatat rekor yang sama di perlombaan.
Mustaz Barshim dari Qatar dan Gianmarco Tamberi asal Italia, akhirnya memutuskan untuk memiliki bersama medali emas untuk nomor lompat tinggi di Olimpiade 2020. Hal itu terjadi saat mereka sama-sama mampu mencapai ketinggian 2,37 meter.
Upaya untuk bisa lebih unggul satu dari yang lainya, tidak terjadi dalam persaingan mereka. Setelah loncatan 2,37 meter, mereka berdua sama-sama gagal melakukannya. Sehingga akhirnya diputuskan medali ema situ diperuntukan bagi keduanya.
Membagi medali emas untuk dua atlet, merupakan kejadian langka. Hal ini baru pertama kali terjadi sejak Olimpiade 1908. Pada Olimpiade 1908, medali emas nomor lompat galah juga dibagi untuk dua atlet. Masing-masing untuk Edward Cook dan Alfred Gilbert, di London 1908.
Meski dibagi untuk dua atlet, IOC (Internasional Olimpic Comite) memutuskan medali tersebut tetap berlaku masing-masing sebagai satu medali bagi kontingen Italia dan Qatar. Artinya, Qatar dan Italia tetap dihitung mendapatkan satu medali emas dari nomor loncat tinggi ini.
Bagi kontingen Italia, emas yang didapatkan Tamberi merupakan emas ke-4 mereka di arena Olimpiade 2020 Tokyo. Sedangkan bagi Qatar, sumbangan emas dari Barshim merupakan yang kedua, yang berhasil mereka raih di Olimpiade 2020 Tokyo.Barshim sendiri merupakan atlet Qatar yang berhasil meraih medali di tiga Olimpiade secara berurutan. Di London 2012 dirinya meraih medali perunggu. Kemudian berlanjut meraih perak di Rio de Janeiro 2016.Bagi Barshim, emas Olimpiade Tokyo menggenapkan raihan medalinya di ajang Olimpiade. Sebelumnya ia mengoleksi perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan perunggu di London 2012. Kini di Tokyo 2020 ia berhasil menyabet emas.Sedangkan untuk Tamberi, ini adalah medali Olimpiade pertama dalam kariernya. Pada Olimpiade 2016, Tamberi gagal berlaga setelah mengalami cidera menjelang keberangkatannya ke Rio de Janeiro.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber:
CNN Indonesia
[caption id="attachment_231404" align="alignleft" width="880"]

Atlet lompat tinggi Qatar dan Italia, Barshim dan Tamberi mendapat medali emas di nomor yang sama. (twitter/CNN Indonesia)[/caption]
MURIANEWS, Tokyo- Karena sama-sama mampu mencatat lompatan setinggi 2,37 meter, dua atlet cabang olahraga lompat tinggi di Olimpiade 2020, akhirnya berbagai medali emas. Keputusan ini terjadi pada Minggu (1/8/2020), setelah atlet Italia dan Qatar mencatat rekor yang sama di perlombaan.
Mustaz Barshim dari Qatar dan Gianmarco Tamberi asal Italia, akhirnya memutuskan untuk memiliki bersama medali emas untuk nomor lompat tinggi di Olimpiade 2020. Hal itu terjadi saat mereka sama-sama mampu mencapai ketinggian 2,37 meter.
Upaya untuk bisa lebih unggul satu dari yang lainya, tidak terjadi dalam persaingan mereka. Setelah loncatan 2,37 meter, mereka berdua sama-sama gagal melakukannya. Sehingga akhirnya diputuskan medali ema situ diperuntukan bagi keduanya.
Membagi medali emas untuk dua atlet, merupakan kejadian langka. Hal ini baru pertama kali terjadi sejak Olimpiade 1908. Pada Olimpiade 1908, medali emas nomor lompat galah juga dibagi untuk dua atlet. Masing-masing untuk Edward Cook dan Alfred Gilbert, di London 1908.
Meski dibagi untuk dua atlet, IOC (Internasional Olimpic Comite) memutuskan medali tersebut tetap berlaku masing-masing sebagai satu medali bagi kontingen Italia dan Qatar. Artinya, Qatar dan Italia tetap dihitung mendapatkan satu medali emas dari nomor loncat tinggi ini.
Bagi kontingen Italia, emas yang didapatkan Tamberi merupakan emas ke-4 mereka di arena Olimpiade 2020 Tokyo. Sedangkan bagi Qatar, sumbangan emas dari Barshim merupakan yang kedua, yang berhasil mereka raih di Olimpiade 2020 Tokyo.
Barshim sendiri merupakan atlet Qatar yang berhasil meraih medali di tiga Olimpiade secara berurutan. Di London 2012 dirinya meraih medali perunggu. Kemudian berlanjut meraih perak di Rio de Janeiro 2016.
Bagi Barshim, emas Olimpiade Tokyo menggenapkan raihan medalinya di ajang Olimpiade. Sebelumnya ia mengoleksi perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan perunggu di London 2012. Kini di Tokyo 2020 ia berhasil menyabet emas.
Sedangkan untuk Tamberi, ini adalah medali Olimpiade pertama dalam kariernya. Pada Olimpiade 2016, Tamberi gagal berlaga setelah mengalami cidera menjelang keberangkatannya ke Rio de Janeiro.
Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber:
CNN Indonesia