Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


[caption id="attachment_231845" align="alignleft" width="900"] Sprinter Italia, Lamont Jacobs, berpose usai menang di 100m Olimpiade 2020 Tokyo.(twitter.com/KurioID)[/caption]

MURIANEWS, Tokyo- Skandal penggunaan doping di arena Olimpiade 2020 Tokyo, dicurigai telah terjadi. Sprinter italia Lamont Marcell Jacobs, menjadi atlet yang kini dicurigai menggunakan doping.

Lamont Marcell Jacobs, sebelumnya menggemparkan arena Olimpiade 2020 Tokyo setelah menjadi kampiun dalam lari nomor 100m. Waktu yang dicatatnya adalah 9,80 detik. Sprinter Italia ini unggul 0,04 detik dari pelari Amerika Serikat, Fred Kerley, dan unggul 9,89 detik dari Adre de Grasse atlet Kanada.

Atlet Amerika Serikat itu meraih medali perak, sedangkan atlet Kanad mendapatkan perunggu. Waktu tempuh yang dibukukan Jacobs tersebut bahkan dinyatakan memecahkan rekor Eropa, sekaligus melewati catatan terbaiknya sendiri, 9,84 detik.

Akan tetapi, prestasi Lamont Jacobs di Olimpiade Tokyo justru mendapatkan perhatian miring dari sejumlah media asing. Usai kemenangan pelari 26 tahun itu, media Amerika Serikat Washington Post menulis "sejarah trek dan lapangan menimbulkan kecurigaan pada peningkatan yang tiba-tiba dan luar biasa". Hal itu merujuk pada kasus doping sebelumnya.

Tudingan miring kepada Jacobs soal penggunaan doping dibantah Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI), Giovanni Malago. Malago mengecam segala dugaan penggunaan doping oleh Jacobs, yang telah membawa nama Italia berkibar."Pernyataan beberapa rekan sangat disayangkan dan memalukan dari setiap sudut pandang," kata Malago dalam berita yang dilansir CNN Indonesia, Rabu (4/8/2021)."Kita berbicara tentang atlet, dalam hal ini, yang menjalani pemeriksaan anti-doping yang sistematis dan setiap hari," ucap Malago menambahkan.Malago menjelaskan Jacobs sudah melewati serangkaian pemeriksaan doping setelah meraih emas Olimpiade yang juga mencetak rekor nasional serta Eropa.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler