Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Ternyata belum semua pemain di klub-klub peserta BRI Liga 1 mendapatkan vaksinasi Covid-19. Hal ini menimbulkan kekuatiran terhadap kemungkinan terjadinya penularan covid-19.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga, mengakui tentang hal ini. Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita menyatakan tidak memungkuri hal ini. Namun, demikian pihaknya memastikan, pemain yang belum divaksin akan diproses untuk bisa mendapatkannya.

"Memang ada beberapa pemain yang belum divaksin, tapi persentasenya kecil sekali dan tidak akan mengganggu strategi tim untuk bertanding. Datanya ada dan sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan," kata Hadian Lukita kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/8/2021).

Hadian Lukita mengungkapkan ada berbagai hal yang membuat beberapa pemain di Liga 1 2021 belum mendapatkan vaksin Covid-19 dan jenis kasusnya berbeda-beda.

"Ada yang baru sekali vaksin, ada yang memang belum dua kali vaksin. Ada juga yang terbentur aturan, habis terpapar harus menunggu tiga bulan untuk bisa divaksin. Ini yang kami komunikasikan dengan Kemenkes," katanya.

Hadian Lukita memastikan Kemenkes akan membantu pemain yang belum mendapatkan vaksin untuk segera bisa divaksin. Sebab, dua dosis vaksin buat pemain menjadi persyaratan wajib yang ditetapkan pemerintah untuk bisa bergulirnya Liga 1 2021.

Selain itu, LIB juga menerapkan aturan ketat mengenai hal ini. Hanya pemain yang telah menerima dua dosis vaksin yang bisa masuk dalam skuad. Sedangkan yang belum divaksin, tidak diperkenankan untuk masuk skuad.
"Untuk bisa divaksin juga kan harus dicek dulu. Ada yang tekanan darahnya belum memenuhi syarat. Yang pasti Kemenkes akan mengusahakan yang belum divaksin untuk divaksin karena itu masuk ke protap [prosedur tetap]. Yang pasti, kalau belum divaksin dua kali, pemain tidak bisa main," tegas Hadian Lukita.PT LIB juga baru saja bertemu dengan Kemenkes untuk mengevaluasi proses berjalannya protokol kesehatan di tiga laga awal gelaran Liga 1 2021. Hasilnya LIB mendapatkan penilaian yang bagus untuk penerapan prokes dengan sistem baru PeduliLindungi dan vaksin.Beriringan dengan hal tersebut, LIB telah mengedarkan jadwal lanjutan Liga 1 2021 sampai pekan keenam kepada klub peserta. Namun dalam jadwal tersebut masih dikosongkan stadion atau venue yang akan dipakai untuk masing-masing pertandingan."Klub membutuhkan jadwal tersebut, sejak beberapa hari lalu mereka sudah meminta. Jadi kami berikan semalam sambil melihat perkembangan di tiga pertandingan. Isinya 90 persen sama seperti yang telah dibuat sebelumnya.""Berdasarkan penyesuaian ada penambahan jadwal pertandingan di tiap akhir pekan. Tinggal tunggu approval dari Kepolisian, BNPB dan Ketua PPKM Jawa-Bali yang menurut kami akan merapatkannya malam ini dan memberikan jawaban setelah mengumumkan status PPKM lanjutan. Kalau lancar, Jumat nanti kita mulai lagi pertandingan," tutup Hadian Lukita.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler