Menyusul masalah kepemilikan 20 persen saham Persijap yang dipersoalkan, juga muncul rumor tentang keluhan tidak adanya kontribusi dari Pemkab Jepara untuk Persijap.
Terkait soal ini, Sekda Jepara, Edy Sujatmiko menyatakan, hal itu tidak benar. Pemkab Jepara dalam hal ini masih selalu memberi perhatian pada Persijap, kendati Persijap saat ini sudah dimiliki orang-perorang secara hukum.
“Namun tentu saja perhatian itu tidak bisa diwujudkan dalam bentuk seperti yang dulu-dulu. Pemkab tetap memberikan support dalam bentuk yang berbeda,” ujarnya.
Edy Sujatmiko kemudian menyebut, pemakaian Stadion Gelora Bumi Kartini yang diprioritaskan bagi Persijap adalah salah satu bentuk dukungan itu. Perbaikan dan pengelolaan yang dibutuhkan atas stadion itu semua dibiayai Pemkab Jepara.
Kemudian juga keberadaan mess Persijap, yang saat ini digunakan. Perawatan dan pengelolaannya juga dilakukan oleh Pemkab Jepara. Beberapa support dalam bentuk kebijakan juga dilakukan untuk mendukung Persijap.
“Sepakbola professional memang membutuhkan banyak biaya dan pengelolaan yang baik. Kami menyadari itu. Namun kalau Pemkab harus menyediakan ini dan itu, semuanya untuk Persijap, ya tidak bisa. Pemkab juga harus memikirkan banyak hal untuk masyarakat Jepara,” tambah Edy Sujatmiko.Sementara itu, Ahmad Rifai, mantan Ketua PSSI Jepara yang juga pernah menjabat GM Persijap menyesalkan adanya keinginan untuk menguasai 20 persen saham Persijap itu. Hal itu jelas bisa menyinggung perasaan masyarakat Jepara.Jika dihubungkan dengan masalah kontribusi, Ahmad Rifai menyebut masyarakat Jepara sudah memberikan kontribusi yang besar. Masyarakat Jepara berhak atas saham itu, melihat dari sejarah Persijap Jepara sendiri.Persijap Jepara hingga saat ini eksis di Liga 2 adalah karena kontribusi masyarakat Jepara. Masyarakat Jepara yang membangun dengan perjuangan yang bahkan mungkin berdarah-darah, hingga akhirnya Persijap ada hingga sekarang.“Apa yang dilakukan masyarakat Jepara terhadap Persijap sebenarnya tidak bisa dinilai dengan uang atau saham. Tim Persijap ini ada sampai sekarang, ya karena masyarakat Jepara. Jadi saya kira harus hati-hatilah. Saling menghormati,” ujarnya.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erje
[caption id="attachment_250836" align="alignleft" width="880"]

Evaldo, Danang, Sauza dan Isidantono, saat Persijap mencapai Final Piala Copa di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (MURIANEWS/Budi erje)[/caption]
MURIANEWS, Jepara- Menyusul masalah kepemilikan 20 persen saham Persijap yang dipersoalkan, juga muncul rumor tentang keluhan tidak adanya kontribusi dari Pemkab Jepara untuk Persijap.
Terkait soal ini, Sekda Jepara, Edy Sujatmiko menyatakan, hal itu tidak benar. Pemkab Jepara dalam hal ini masih selalu memberi perhatian pada Persijap, kendati Persijap saat ini sudah dimiliki orang-perorang secara hukum.
“Namun tentu saja perhatian itu tidak bisa diwujudkan dalam bentuk seperti yang dulu-dulu. Pemkab tetap memberikan support dalam bentuk yang berbeda,” ujarnya.
Edy Sujatmiko kemudian menyebut, pemakaian Stadion Gelora Bumi Kartini yang diprioritaskan bagi Persijap adalah salah satu bentuk dukungan itu. Perbaikan dan pengelolaan yang dibutuhkan atas stadion itu semua dibiayai Pemkab Jepara.
Kemudian juga keberadaan mess Persijap, yang saat ini digunakan. Perawatan dan pengelolaannya juga dilakukan oleh Pemkab Jepara. Beberapa support dalam bentuk kebijakan juga dilakukan untuk mendukung Persijap.
BACA JUGA: 20 Persen Saham Persijap Dimiliki Masyarakat Jepara, Bagaimana Ceritanya?
“Sepakbola professional memang membutuhkan banyak biaya dan pengelolaan yang baik. Kami menyadari itu. Namun kalau Pemkab harus menyediakan ini dan itu, semuanya untuk Persijap, ya tidak bisa. Pemkab juga harus memikirkan banyak hal untuk masyarakat Jepara,” tambah Edy Sujatmiko.
Sementara itu, Ahmad Rifai, mantan Ketua PSSI Jepara yang juga pernah menjabat GM Persijap menyesalkan adanya keinginan untuk menguasai 20 persen saham Persijap itu. Hal itu jelas bisa menyinggung perasaan masyarakat Jepara.
Jika dihubungkan dengan masalah kontribusi, Ahmad Rifai menyebut masyarakat Jepara sudah memberikan kontribusi yang besar. Masyarakat Jepara berhak atas saham itu, melihat dari sejarah Persijap Jepara sendiri.
Persijap Jepara hingga saat ini eksis di Liga 2 adalah karena kontribusi masyarakat Jepara. Masyarakat Jepara yang membangun dengan perjuangan yang bahkan mungkin berdarah-darah, hingga akhirnya Persijap ada hingga sekarang.
“Apa yang dilakukan masyarakat Jepara terhadap Persijap sebenarnya tidak bisa dinilai dengan uang atau saham. Tim Persijap ini ada sampai sekarang, ya karena masyarakat Jepara. Jadi saya kira harus hati-hatilah. Saling menghormati,” ujarnya.
Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje