Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Medan - Pelatih Biliar Sumut, Khairuddin Aritonang atau biasa disapa dengan Coki, akan melaporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ke Polda Sumut. Edy Rahmayadi dinilai melakukan tindakan tak menyenangkan.

Edy Rahmayadi disebutnya telah melakukan tindakan tak menyenangkan setelah menjewer dan mengusirnya di Acara Penyerahan Bonus Atlet, Selasa (28/12/2021). Kejadian ini berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Sumut, dengan banyak orang yang menyaksikannya.

"Saya akan membuat laporan ke Polda Sumut besok siang (hari ini-red). Karena dia (Gubernur Sumut) sudah buat perbuatan tidak menyenangkan dengan cara menjewer dan memarahi saya di depan umum," katanya Selasa (28/12/2021), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Langkah hukum dengan melaporkan Edy Rahmayadi menurut Coki, dilakukannya setelah berkonsultasi dengan keluargannya. Terutama dengan adik-adiknya yang merupakan alumni Fakultas Hukum, tindakan melaporkan Edy Rahmyadi akhirnya akan dilakukan.

BACA JUGA: Dipermalukan Edy Rahmayadi, Ini yang Dikatakan oleh Coki

"Jadi kita sudah diskusi dengan adik-adik alumni Hukum. Makanya sudah kita niatkan besok buat laporan ke Polda," ujarnya.

Dalam rencana ini, dirinya akan bertindak sebagai pribadi dan bukan lembaga Pengprov Biliar Sumut. Sebab kejadian ini lebih berdampak pada dirinya secara pribadi.

"Saya tidak bawa nama Pengprov Biliar. Saya bawa nama pribadi," tegas Coki.Laporan ke Polda Sumut ini dilakukannya dengan harapan bisa mendapatkan perhatian dari semua pihak. Selanjutnya dirinya juga berharap, Gubernur Edy Rahmayadi tidak bersikap ‘sok hebat’, karena sudah bukan anggota militer lagi.Coki juga menyatakan tidak butuh ucapan permintaan maaf dari Edy Rahmayadi. Pihaknya sudah membulatkan tekad untuk membawa kejadian ini ke jalur hukum, karena sudah menyinggung pribadinya."Mau sampai kapan dan sampai di mana, yang penting proses hukum berjalan. Besok sudah kita tekadkan untuk buat laporan ke Polda dan semoga berjalan lancar dan diproses," katanya."Dia sekarang sudah jadi pemimpin Sumut. Jangan arogan kalau jadi pemimpin," pungkas Coki. Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: Tribunnews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler