Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Sebanyak 115-an atlet Grobogan siap bersaing ke ajang Popda tingkat Karesidenan yang berlangsung antara Februari hingga Maret mendatang. Para atlet itu terpilih setelah Grobogan menggelar Popda Kabupaten.

Dalam Popda tingkat kabupaten yang digelar Desember lalu, ada belasan cabor yang dipertandingkan. Cabor yang dipertandingkan diantaranya sepak bola, voli indoor dan pasir, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, panahan, atletik SD, atletik SMP, SMA, taekwondo, karate, basket, dan pencak silat.

Kasi Peningkatan Prestasi Olahraga pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Grobogan Nur Wafi mengungkapkan, Popda di tingkat kabupaten telah selesai digelar pada Desember 2021 lalu. Venue yang digunakan antara lain GOR Bung Karno Purwodadi dan Stadion Krida Bhakti Purwodadi.

BACA JUGA: Atlet Panahan Smansa Purwodadi Sapu Bersih Medali Popda

“Popda baru selesai 20 Desember kemarin. Untuk karesidenan digelar antara Februari-Maret. Nanti diselenggarakan di Kabupaten Semarang. Untuk (Popda) Provinsi sekitar bulan Juni, setelah Lebaran,” tuturnya, Senin (3/1/2022).

Lebih lanjut, Nur Wafi menambahkan, dalam Popda Kabupaten, pada Desember lalu, pertandingan dilakukan secara campuran, virtual dan langsung. Adanya laga virtual itu juga untuk meminimalisir kontak yang terjadi selama gelaran Popda, sesuai protokol kesehatan pandemic covi-19.
Lebih lanjut, Nur Wafi menambahkan, dalam Popda Kabupaten, pada Desember lalu, pertandingan dilakukan secara campuran, virtual dan langsung. Adanya laga virtual itu juga untuk meminimalisir kontak yang terjadi selama gelaran Popda, sesuai protokol kesehatan pandemic covi-19.“Misalnya di pencak silat itu kan ada kelas seni. Kelas-kelas yang semacam itu yang dipertandingkan secara virtual,” tambah dia.Nur Wafi menyatakan, di bidang olahraga, hampir seluruh anggaran direalokasi karena pandemi Covid. Namun, untuk pos pembinaan prestasi masih tetap dianggarkan. Dirinya pun mencanangkan olahraga unggulan dari tahun ke tahun.“Kami punya olahraga unggulan baru, bisa terealisasi gulat dan karate. Di 2022 ini, kami usulkan bisa menambah dari delapan menjadi sepuluh,” ujarnya. Reporter: Saiful AnwarEditor: Budi erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler