Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

MURIANEWS, London-Seragam serba putih yang dikenakan Arsenal di pertandingan putran ke-3 Piala FA melawan Nottingham Forrest, Senin (10/1/2022) dinihari WIB menimbulkan pertanyaan. Mengapa?


Arsenal, selama ini identik dengan kostum merah dan putih di Liga Inggris. Paduan kaos merah dan celana putih itu sudah menjadi identitas resmi klub selama ini. Pilihan warna kostum itu menjadi yang utama diluar kostum lain yang dimilikinya.

Namun saat bertanding melawan Nottingham Forrest mereka justru menggunakan kostum serba putih. Sementara warna identitasnya justru dipakai oleh klub Nottinghamm Forrest. Menjadi hal yang wajar sebenarnya jika Forrest menggunakan kostum itu, karena memang menjadi kostum utama mereka, dan kebetulan mereka bertindak sebagai tuan rumah.

Namun sesuatu yang ‘asing’ justru muncul pada Arsenal. Bertindak sebagai tim tamu, mereka memang tidak bisa mengenakan kostum merah-putih mereka. Mereka harus mengenakan kostum tandangnya, yang biasanya berwarna kuning. Tapi kali ini malah serba putih.

BACA JUGA: Nottingham Forest Muncul Lagi, Membuat ‘Pucat’ Arsenal di Piala FA Inggris

Ternyata pilihan itu berkait erat dengan program kampanye mereka yang bernama ‘No More Red’ (Tidak Merah Lagi). Mereka mengapungkan program itu sebagai keprihatinan mereka atas banyaknya kasus penusukan di kalangan anak muda di London Utara.

Mereka tergerak untuk ikut memerangi kasus penusukan di kalangan anak muda London. Akhir-akhir ini sejumlah remaja ditikam sampai mati di London, dan menimbulkan keprihatinan mendalam.

Aktor Idris Elba, yang pernah memerankan Fredy Merkury di film Queen dan terakhir bermain di Film James Bond ‘No Time to Die’, menjadi pelopor gerakan ini. Idris Alba yang juga penggemar Gunners, mempelopori kampanye di beberapa kesempatan. Termasuk di saluran televisi, sesaat sebelum pertandingan itu.“Tahun lalu 30 anak meninggal tanpa alasan karena kejahatan pisau (penusukan). Ian Wright dan saya bekerja sama dengan Arsenal dan adidas untuk mencapai tujuan. Saya memulai kampanye yang disebut ‘Jangan Menusuk Masa Depan Anda’,  itu tidak halus dan tidak dimaksudkan untuk itu. Saya ingin anak-anak memikirkan masa depan mereka. Putih karena tidak ada lagi merah berarti tidak ada lagi pertumpahan darah,” ujar Idris Elba menjelaskan.Idris Alba juga menyatakan, sepak bola ditonton oleh banyak remaja, sehingga melalui kemitraan ini, bisa disampaikan upaya untuk melawan ‘Penusukan Pisau’. Arsenal akhirnya menggunakan seragam serba putih.“Mari kita melawan ‘kejahatan pisau'. Kaos ini tidak untuk dijual, tetapi kami ingin memberikannya kepada anak-anak yang mau berkata, ‘Saya akan mengubah hidup saya, saya akan pergi ke tempat yang aman, klub pemuda, daripada pergi ke geng’,” tambahnya lagi.Terlepas dari tujuan luar biasa dalam program itu, Arsenal nampaknya malah ‘ketiban sial’.  Menggunakan kostum serba putih yang aneh bagi mereka,  Arsenal kalah 0-1. Meski mungkin tidak ada hubungannya, namun kekalahan ini membuat mereka rontok di Piala FA Inggris musim ini.Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: Daily Mail

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler