Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Bangkok – Dari 16 pemain yang dibawa PPPTMSI ke Bangkok untuk turun di Southeast Asia Junior & Cadet Table Tennis Championship 2022, delapan di antaranya adalah pemain PTM Sukun.

Mereka merupakan pemain-pemain terbaik yang lolos di Seleksi Nasional, dan akhirnya menjadi duta bagi Indonesia di kejuaraan ini.



Asisten pelatih Timnas Indonesia Frengki Setya Prabowo menilai para pemain PTM Sukun hanya mengalami masalah pada sisi mental. Mentalitas bertanding selalu menjadi kendala, sehingga kemampuan terbaik mereka tidak sepenuhnya terskplorasi.

”Sejauh yang saya lihat, anak-anak PTM Sukun yang datang ke Bangkok ini, tidak sepenuhnya bisa memunculkan permainan terbaik mereka. Hal ini membuat saya dan teman-teman pelatih menduga masalah mental jadi penyebabnya,” ujar Frengky yang juga pelatih PTM Sukun ini, Senin (20/6/2022).

Dari delapan pemain PTM Sukun, untuk para pemain di kelompok kadet bahkan bisa dikatakan baru kali ini bertanding di turnamen Internasional. Sebelumnya mereka hanya bermain di ajang kejuaraan lokal dan nasional saja.

Sementara pemain-pemain di kelompok Junior juga baru dua kali ini bertarung di kejuaraan internasional, dan sebagian lagi juga baru kali ini. Diduga hal inilah yang membuat penampilan mereka tidak maksimal hingga memasuki nomor pertandingan perseorangan ini.

”Dalam banyak pertandingan di sini, saya heran. Dari sisi teknis saya meyakini mereka sebenarnya tidak kalah dari pemain-pemain Thailand sekalipun. Namun di lapangan, semua kemampuan terbaik mereka tidak sepenuhnya bisa dipertunjukan,” ujar Frengki Setya lagi.Masalah ini sudah menjadi catatan dari tim pelatih, untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi. Dari nomor beregu, setidaknya hanya dari sektor Junior Putra saja yang tidak mendapatkan medali. Jika dirunut lebih jauh, di Junior Putra hanya ada satu pemain asal PTM Kudus, Hafidz Nuur.Memasuki hari ke-4 SEAJCTTC 2022 yang berlangsung di Bangkok, semua pemain Timnas Indonesia masih turun bertanding di nomor tunggal. Senin (20/6/2022) siang ini baru akan diketahui, apakah masih bisa lanjut ke babak selanjutnya atau terhenti.Pasangan Ganda Putri Indonesia, Dwi Octaviani- Marcela yang merupakan pemain-pemain asal PTM Sukun akan turun bertanding di Babak 8 Besar. Jika mereka menang mereka sudah menapak di semifinal.Sementara di Ganda Putra Junior, pasangan Hafidz Nuur dan Rafanae N Niman juga akan turun bertanding di Babak 8 Besar. Hafidz Nuur merupakan pemain asal PTM Sukun, sementara Rafanael adalah pemain asal klub Stoni Jakarta. Mereka dipasangkan di SEAJCTTC 2022 ini. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler