Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Man City secara ganas berhasil mengalahkan RB Leipzig di Perdelapan Final Liga Champions 2022-2023, Rabu (15/3/2023) dinihari WIB. Mereka menang 7-0, dan secara agregat menyingkirkan RB Leipzig dengan skor 8-1.

Dari pertandingan itu, Erling Haaland menjadi pusat perhatian setelah mencetak 5 gol di Etihad. Ya 5 gol dalam satu pertandingan. Erling Haaland jelas merupakan pemain paling menonjol dalam pertandingan ini.

"Haaland akan dikritik selamanya jika dia tidak mencetak 2 atau 3 gol. Ya, dia mencetak banyak gol. Dan sebagian besar pertandingan, tetapi setelah mencetak 5 gol dalam pertandingan ini, saya memutuskan untuk menggantinya," ujar Pep Guardiola.

Haaland kini telah memecahkan rekor Manc City yang sudah 94 tahun tak tersentuj untuk gol terbanyak dalam satu musim. Pemain ini mengalahkan rekor Tommy Johnson sebelumnya yang telah ada sejak 1929.

Pemain berusia 22 tahun itu telah mencetak 5 hat-trick di semua kompetisi musim ini. Jumlah ini 3 lebih banyak dari pemain lain yang bermain di 5 liga utama di Eropa.

"Jika dia mencapai tonggak sejarah ini (mencetak hat-trick ganda), dengan rekor yang tak terhitung jumlahnya pada usia 22 atau 23, hidupnya akan membosankan. Sekarang dia memiliki tujuan untuk melakukan itu di masa depan. Di sini dan di mana-mana. Jadi itu sebabnya saya membuat keputusan untuk menggantinya,” tambah Pep Guardiola dilansir Daily Mail.BACA JUGA: Erling Haaland Samai Messi dan AdrianoGuardiola kini berharap banyak pada Haaland, untuk bisa merebut Juara Liga Champions pertama bersama Manchester City. Sejauh ini usahanya selalu gagal, bahkan saat berlaga di Final pada 2020/2021 dan dikalahkan Chelsea.Namun pelatih asal Spanyol itu menegaskan, masalahnya bukanlah karena Haaland. Namun lebih pada kesalahan timnya saja, sehingga gagal di Liga Champions sebelumnya."Kami selalu mencetak gol, bahkan 4 gol melawan Real Madrid, 6 gol melawan Monaco dan 4 melawan Tottenham. Masalahnya bukan karena kami tidak mencetak gol. Masalahnya adalah kami telah kebobolan gol bodoh di masa lalu. Kami memberi mereka hadiah," ujar Pep Guardiola.Di Liga Champions, salah satu kunci dirinya adalah membangun tim. Pilihan bermain dengan 4 bek tengah menurutnya bukan berarti Man City adalah tim defensif. Hal ini memang membuat banyak pihak bingung.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler