Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Panitia Penyelenggara FIFA U-20 World Cup 2023 (LOC) Erick Thohir, menyatakan dengan ketersediaan mesin ini, dipastikan semua lapangan bisa memenuhi standart. Enam Stadion yang disiapkan diharapkan tidak ada masalah lagi.

Mesin jahit rumput atau stitching ini direkomendasikan FIFA untuk meningkatkan kualitas rumput lapangan. Erick Thohir menyebut, dengan mesin ini, diharapkan semua rumput lapangan yang akan digunakan tidak ada masalah lagi.

"Mesin pitch stitching (jahit rumput) yang direkomedasikan FIFA untuk meningkatkan kualitas lapangan standar Piala Dunia sudah hadir di Indonesia. Saat ini posisi mesin berada di Bali untuk meningkatkan kualitas lapangan di stadion I Wayan Dipta, dan selanjutnya akan bergilir ke lapangan lainnya," ujar Erick seperti dilansir di laman resmi PSSI.

Dengan menggunakan mesin jahit rumput ini, seluruh lapangan di 6 stadion yang akan digunakan akan dimaintenance. Proses pitch stitching adalah ‘menjahitkan’ rumput asli dan sintetis untuk memodifikasi kerapatan rumput.
Proses ini sudah dimulai di Stadion I Wayan Dipta dan akan bergilir ke stadion lainnya yang disiapkan. Setelah Bali, mesin yang dibuat perusahaan asal Inggris, Sisgrass , akan menuju Surabaya, lalu Jakarta, berikutnya Solo, Bandung, dan terakhir Palembang.BACA JUGA: Stadion Piala Dunia U-20 Ditinjau, Rumput SUGBK Bermasalah"Dengan setiap stadion butuh waktu pengerjaan selama seminggu dan transit antar kota, kami memastikan pekerjaan jahit rumput enam lapangan untuk Piala Dunia U20 akan selesai tepat waktu. Ini kebanggaan juga karena berkat Piala Dunia U20, kita punya enam lapangan sekaligus berstandar FIFA dan dunia," lanjut Erick Thohir.Sisgrass merupakan pemimpin dunia dalam desain, konstruksi, pembuatan, dan pemasangan permukaan olahraga alami, sintetis, dan hibrida. Teknologi ini dipakai pada ajang Final Piala Dunia, dan kejuaraan sepakbola Eropa, Afrika, dan Asia.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News