Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pihak penyelenggara turnamen tenis Grand Slam mengkonfirmasi hal ini. Dalam pernyataan resminya Selasa (25/4/2023), seperti dilansir AS, otoritas Grand Slam menyebut hal itu berkait dengan status Rusia dan Belarusia di konflik politik mereka dengan Ukraina.

Ketua All England Club, Ian Hewitt mengatakan keputusan berkait masalah ini adalah yang tersulit selama dirinya bekerja selama 4 tahun terakhir. Keputusan mencabut larangan keterlibatan atlet-atlet Rusia dan Belarusia diambil dengan sejumlah pertimbangan.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit. Saya pikir pernyataan kami pada 31 Maret menetapkan posisi sejelas mungkin, yaitu bahwa ada pertimbangan beberapa faktor dan perkembangan sejak tahun lalu yang mengarah pada keputusan kami kali ini," ujar Hewitt.

Wibledon dan turnamen tenis lapangan rumput Inggris lainnya menjadi satu-satunya turnamen yang melarang pemain Rusia dan Belarusia terlibat. Hal itu terjadi sejak Rusia menginvasi Ukraina.

Mereka yang dilarang tampil, pada akhirnya kehilangan poin mereka di peringkat akhirnya terpengaruh. Karena itu, pada turnamen tahun ini, pemain Rusia dan Belarusia harus berkompetisi sebagai pemain netral.
BACA JUGA: Petenis Dunia Yayuk Basuki Buka Kejurnas Tenis Junior di PatiMereka juga harus membuat pernyataan untuk tidak mendukung perang atau rezim yang terlibat. Selain iru juga harus bebas dari pendanaan dari bisnis yang didukung negara."Pengembangan kata-kata dari deklarasi tersebut jelas didasarkan pada pedoman pemerintah, bekerja sama dengan Tours, ITF dan mitra kami di LTA," kata CEO All England Club, Sally Bolton dalam kesempatan yang sama."Segera setelah kami membuat pengumuman, para pemain dapat menandatangani deklarasi dan mereka dapat melakukannya hingga batas waktu entri. Saya tidak akan membagikan detail siapa tetapi sejumlah pemain telah menandatanganinya," tambah Bolton.Pihak penyelenggara Wibledon menyatakan tetap mendengarkan pendapat dari para atlet terkait masalah ini. Tahun lalu mereka meminta opsi agar bisa tetap turun di turnamen, meski harus menandatangani deklarasi.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler