Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bermain di meja Nomor 4 Hi-Test Arena Bandung, PTM Sukun sebenarnya berhasil menyedot perhatian penonton. Bahkan banyak penonton yang menunjukkan dukungan kepada pihak Beregu putra Senior dari PTM Sukun tersebut.

Hanya, kualitas dan permainan yang jauh berbeda tak bisa membalikkan kedudukan hanya dengan semangat suporter. PTM Sukun bahkan kalah telah 0-3 sekaligus.

Hafid pada pertandingan pertama bahkan terlihat kurang bergairah. Beberapa kali, ia dibuat tak kuasa mengembalikan bola ke meja lawan. Gerak langkah hafid juga nampak sudah terbaca. Ia pun kalah dengan skor 0-3.

Di laga kedua, Alfian yang juga tidak jauh berbeda dengan Hafid. Serangan bertubi-tubi justru dilancarkan oleh pihak lawan, hingga akhirnya Alfian juga kewalahan. Dikecoh sedikit saja, dia tak mampu mmebaca arah pergerakan bola.

[caption id="attachment_159794" align="alignnone" width="720"] Pemain PTM SUkun Alfin Dicky Pradibta (biru) merusaha mencuri poin dari pemain PTM Jasa Utama Cipta di Kepri Internasional Open 2019. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)[/caption]

Di laga ketiga, permainan Nafis juga tidak semakin membaik. Mereka nampak down saat berhadapan dengan tim tersebut. Padahal, sebelumnya mereka sudah mampu menundukkan tim Malaysia yang notabene mempunyai perawakan tegap dan besar.Ketua Pelatih PTM Sukun Eddi Pramudji mengatakan, apa yang sudah dilakukan oleh anak didiknya memang sudah berjalan maksimal. Tapi, hasil di lapangan masih belum beruntung."Untuk kategori beregu, kita masih mempunyai harapan pada beregu putra senior A dengan gaya permainan mereka yang khas," katanya dengan kecewa.Ia mengatakan, jika dilihat dari kualitas permainan, pihaknya tak menampik tim asuhannya itu kalah jauh. Bahkan, pemain-pemain China tersebut berhasil mengatur ritme pertandingan.”Kami tak berkutik. Pemain didekte semua, tapi tak sadar. Untuk lepas dari situ juga sulitnya bukan main,” tandasnyaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler