Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Atlet itu jangan mikir menjadi ASN. Kenapa? karena gajinya sedikit. Kalau jadi atlet ya fokus jangan saparuh-separuh," jelasanya saat membuka kejuaraan tenis meja senior bertajuk Wartono Cup 2019 di Sukun Sport Center Kudus, Jumat (22/2/2019).

Ia mengatakan, banyak atlet sekarang ini justru terlena menjadi ASN. Akibatnya, dunia olahraga yang ditekuni jadi setengah-setengah. Padahal para atlet profesional itu pendapatannya bisa lebih dari ASN.

"Bayangkan saja atlet menjadi pegawai PLN, kecantol listrik dan mati. Atlet voli malah manjat tiang listrik, kesetrum dan mati. Jangan seperti itu," katanya sambil menyulut semangat atlet.
Untuk itu, ia mengajak para atlet tenis meja bersungguh-sungguh dalam menjalani dunianya. Tujuannya supaya menjadi atlet yang sejati."Saya yakin banyak atlet-atlet Indonesia menjadi atlet dunia. Tunjukan prestasi yang terbaik," harapnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler