Saat Tangani Persijap, Empat Bulan Anjar JW Tidak Dapat Bayaran
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 1 Mei 2021 15:02:51
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara- Salah satu legenda Persijap Jepara adalah Anjar JW. Pria asli Purbalingga ini adalah salah satu pemain Persijap paling berpengaruh pada zamannya. Usai mengakhiri karier sebagai pemain, ia meneruskan kariernya sebagai pelatih sepak bola.
Memulai sebagai asisten dari beberapa pelatih kepala di Persijap Jepara, Anjar pernah menjadi pelatih kepala di Persijap Jepara. Hal itu terjadi pada saat Persijap Jepara mengarungi Liga 3 kompetisi sepak bola Indonesia.
Saat itu, Persijap Jepara ditangani oleh Patrick Ghigani yang berasal dari Jerman. Dalam perjalananya, Persijap Jepara berhasil lolos ke babak 16 besar. Namun, lantaran persoalan finansial, Patrick meninggalkan Laskar Kalinyamat tanpa kejelasan. Dalam kondisi seperti itu, dirinya akhirnya harus mengambil alih tanggung jawab.
“Saya nangani (Persijap, red) hanya dengan pelatih kiper. Selama empat bulan tanpa bayaran. Ini yang tidak banyak orang ketahui,” ungkap pemain yang mengaku mengidolakan Diego Maradona dan Argentina ini.
Anjar memutuskan vakum dari dunia sepak bola sejak tahun 2018 hingga sekarang. Selain karena ketidaksesuaian hati dengan pihak manajemen, ia beralasan lebih fokus dengan pekerjaan saat ini.
Sebagai ANS, saat ini Anjar JW menjabat sebagai menjadi Kasubag Rumah Tangga Setda Jepara. Jabatan ini diembanya, setelah sebelumnya menjabat sebagai lurah Ujung Batu.
Sebagai Kasubag Rumah Tangga, tugasnya memang membuatnya sibuk dan butuh fokus penuh. Karena harus mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari di Setda Kabupaten Jepara.
Beberapa tanggung jawab yang harus dilakukannya adalah mengurus Pendopo Kabupaten Jepara dan Rumah Dinas Bupati Jepara. Semua tanggung jawab ini menurutnya tidak bisa diganggu dengan kegiatan lainnya.
BACA: Anjar Jambore Widodo, Asli Purbalingga Tapi Persijap Sejati
Anjar dan Evaldo, bersahabat hingga saat ini. (MURIANEWS./Istimewa)[/caption]Evaldo juga merupakan legenda Persijap lainnya. Pemain ini hanya bermain di Persijap Jepara, saat berpetualang di Liga Indonesia. Evaldo adalah penerus jabatan kapten Persijap yang sebelumnya disandang Anjar JW.“Saya masih sering kontak-kontak sama Evaldo. Sekarang kan bisa lewat FB atau WA. Dengan teman-teman yang lain juga masih kontak-kontak. Lumayan untuk obat kangen,” pungkasnya.Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Budi erje
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Anjar masih fokus dengan tugasnya sebagai ASN (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Jepara- Salah satu legenda Persijap Jepara adalah Anjar JW. Pria asli Purbalingga ini adalah salah satu pemain Persijap paling berpengaruh pada zamannya. Usai mengakhiri karier sebagai pemain, ia meneruskan kariernya sebagai pelatih sepak bola.
Memulai sebagai asisten dari beberapa pelatih kepala di Persijap Jepara, Anjar pernah menjadi pelatih kepala di Persijap Jepara. Hal itu terjadi pada saat Persijap Jepara mengarungi Liga 3 kompetisi sepak bola Indonesia.
Saat itu, Persijap Jepara ditangani oleh Patrick Ghigani yang berasal dari Jerman. Dalam perjalananya, Persijap Jepara berhasil lolos ke babak 16 besar. Namun, lantaran persoalan finansial, Patrick meninggalkan Laskar Kalinyamat tanpa kejelasan. Dalam kondisi seperti itu, dirinya akhirnya harus mengambil alih tanggung jawab.
“Saya nangani (Persijap, red) hanya dengan pelatih kiper. Selama empat bulan tanpa bayaran. Ini yang tidak banyak orang ketahui,” ungkap pemain yang mengaku mengidolakan Diego Maradona dan Argentina ini.
Anjar memutuskan vakum dari dunia sepak bola sejak tahun 2018 hingga sekarang. Selain karena ketidaksesuaian hati dengan pihak manajemen, ia beralasan lebih fokus dengan pekerjaan saat ini.
Sebagai ANS, saat ini Anjar JW menjabat sebagai menjadi Kasubag Rumah Tangga Setda Jepara. Jabatan ini diembanya, setelah sebelumnya menjabat sebagai lurah Ujung Batu.
Sebagai Kasubag Rumah Tangga, tugasnya memang membuatnya sibuk dan butuh fokus penuh. Karena harus mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari di Setda Kabupaten Jepara.
Beberapa tanggung jawab yang harus dilakukannya adalah mengurus Pendopo Kabupaten Jepara dan Rumah Dinas Bupati Jepara. Semua tanggung jawab ini menurutnya tidak bisa diganggu dengan kegiatan lainnya.
BACA: