Persijap Jepara tetap optimistis bisa naik kasta ke Liga 1 Indonesia. Meski hasil pada putaran pertama terbilang belum maksimal.
Lima kali pertandingan pada putaran pertama dengan hasil lima kali imbang membuat Persijap dianggap sebagai tim spesialis imbang. Namun, bagi Persijap Jepara, sebutan itu tak menjadi persoalan.
Lima laga Laskar Kalinyamat memang tak pernah kalah. Juga tak pernah menang. Dalam putaran pertama ini, tercatat Persijap Vs Hizbul Wathan 1-1, Persijap Vs Persis Solo 1-1, Persijap Vs PSG Pati 2-2, Persijap Vs PSCS 0-0, dan terakhir Persijap Vs PSIM 2-2.
Asisten Pelatih Persijap, Suganda, saat konferensi pers usai laga terakhir, menanggapinya dengan santai. Bahkan, cenderung tidak mempersoalkan sebutan tersebut.
“Ya enggak masalah. Karena memang sepak bola ialah realitas. Kenyataannya seperti itu. Mau tidak mau harus kita terima,” kata Suganda.
Meski begitu, Suganda tetap menyebut target lolos Liga 1 tidak berubah. Target itu masih tetap ada. Namun, untuk bisa naik kasta, Persijap memiliki Pekerjaan Rumah (PR) besar.Persijap harus bekerja keras memperbaiki catatan-catatan kekurangan dari hasil putaran pertama.Mengenai hal itu, Suganda bertekad untuk melakukan perubahan dengan meningkatkan visi bermain.Beberapa rencana sudah disiapkan dalam mengarungi putaran kedua nanti. Seperti meningkatkan konsentrasi pemain ketika sudah unggul. Juga strategi bagaimana caranya para pemain bisa mempertahankan keunggulan ketika lebih dulu mencetak gol.Persijap memang masih lemah dalam menjaga keunggulan. Kejadian yang paling nyata adalah saat bertanding PSG Pati.Saat itu Persijap sempat mengungguli PSG Pati dengan skor 2-1. Namun, kemenangan yang sudah ada di depan mata akhirnya sirna di menit-menit terakhir.Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Budi erje
[caption id="attachment_248957" align="alignleft" width="1600"]

Persijap meraih hasil imbang saat menghadapi PSIM Yogyakarta pekan lalu. (MURIANEWS/istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Jepara- Persijap Jepara tetap optimistis bisa naik kasta ke Liga 1 Indonesia. Meski hasil pada putaran pertama terbilang belum maksimal.
Lima kali pertandingan pada putaran pertama dengan hasil lima kali imbang membuat Persijap dianggap sebagai tim spesialis imbang. Namun, bagi Persijap Jepara, sebutan itu tak menjadi persoalan.
Lima laga Laskar Kalinyamat memang tak pernah kalah. Juga tak pernah menang. Dalam putaran pertama ini, tercatat Persijap Vs Hizbul Wathan 1-1, Persijap Vs Persis Solo 1-1, Persijap Vs PSG Pati 2-2, Persijap Vs PSCS 0-0, dan terakhir Persijap Vs PSIM 2-2.
Asisten Pelatih Persijap, Suganda, saat konferensi pers usai laga terakhir, menanggapinya dengan santai. Bahkan, cenderung tidak mempersoalkan sebutan tersebut.
BACA JUGA:
Lagi-lagi Persijap Hanya Mampu Bermain Imbang
“Ya enggak masalah. Karena memang sepak bola ialah realitas. Kenyataannya seperti itu. Mau tidak mau harus kita terima,” kata Suganda.
Meski begitu, Suganda tetap menyebut target lolos Liga 1 tidak berubah. Target itu masih tetap ada. Namun, untuk bisa naik kasta, Persijap memiliki Pekerjaan Rumah (PR) besar.
Persijap harus bekerja keras memperbaiki catatan-catatan kekurangan dari hasil putaran pertama.Mengenai hal itu, Suganda bertekad untuk melakukan perubahan dengan meningkatkan visi bermain.
Beberapa rencana sudah disiapkan dalam mengarungi putaran kedua nanti. Seperti meningkatkan konsentrasi pemain ketika sudah unggul. Juga strategi bagaimana caranya para pemain bisa mempertahankan keunggulan ketika lebih dulu mencetak gol.
Persijap memang masih lemah dalam menjaga keunggulan. Kejadian yang paling nyata adalah saat bertanding PSG Pati.
Saat itu Persijap sempat mengungguli PSG Pati dengan skor 2-1. Namun, kemenangan yang sudah ada di depan mata akhirnya sirna di menit-menit terakhir.
Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Budi erje