Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Aris Wibawa, atlet renang peraih medali emas pertama pada Asian Para Games 2022 membuat keluarganya sangat bangga. Tak hanya kebanggaan, Aris yang notabene penyandang disabilitas itu pun mampu menyejahterakan keluarganya.

Aris lahir dari keluarga kurang mampu. Dia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Dari delapan saudaranya itu, hanya Aris yang memiliki kebutuhan khusus.

Namun, keterbatasan itu tak membuat Aris terpuruk. Justru, dia menjadi jagoan bagi keluarganya.

Aris Wibawa lahir di RT 15/RW 3, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Rumahnya berada di pelosok desa, jauh dari pusat keramaian kota.

Sumiyati, ibunda Aris Wibawa, menceritakan bahwa anaknya itu memiliki kepribadian yang baik. Sejak kecil, Aris sudah bisa mandiri. Aris juga tekun dalam belajar. Tak heran, selama duduk di bangku Sekolah Dasar, Aris selalu mendapatkan rangking di kelasnya.

“Sejak SD sampai SMA tidak pernah sekolah di SLB. Sekolahnya di sekolah umum,” kata Sumiyati, Jumat (5/8/2022) di rumahnya.

BACA JUGA: Aris Wibawa Berhasil Sejahterakan Keluarga Besarnya
BACA JUGA: Aris Wibawa Berhasil Sejahterakan Keluarga BesarnyaBakat olahraga Aris mulai terlihat saat duduk di bangku kelas dua SMA Tahunan Jepara. Even lomba olahraga yang pertama kali diikuti Aris bukanlah renang. Tetapi justru lari. Saat mengikuti lomba lari tingkat nasional di Solo, Aris sukses meraih posisi kedua.Namun, pria kelahiran Jepara, 12 Desember 1992 itu tak melanjutkan bakatnya sebagai pelari. Aris justru berbelok untuk memilih renang sebagai olahraga yang ditekuni.Pilihan itu rupanya tepat. Prestasinya tak hanya di tingkat nasional. Melainkan tingkat internasional.Sumiyati juga menceritakan, semasa kecil, Aris selalu mandi di sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Wanita sederhana ini merasa, bibit kelihaian Aris dalam berenang dimulai dari sana.“Kalau mandi memang di sungai. Jadi sambil mandi, berenang-renang di sungai,” kenang Sumiyati.Prestasi demi prestasi pasangan Sumiyati dan Darso itu tak hanya mengharumkan nama keluarga. Namun, dari segi kesejahteraan, kini keluarganya sudah relatif lebih terjamin.Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Budi Erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler