Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Nama Aris Wibawa kini menjadi perbincangan di berbagai kalangan. Hal ini terjadi setelah dirinya sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia pada gelaran ASEAN Para Games 2022.

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan jalan hidup Aris Wibawa saat ini. Setidaknya kini dirinya, benar-benar menikmati sukses atas kondisi dirinya.

Aris Wibawa lahir di Jepara, 12 Desember 1992. Dia bukan hanya atlet andalan Jepara. Melainkan jadi jagoan Indonesia dalam berbagai ajang perlombaan renang.

Hari Senin (8/8/2022) ini, Aris pulang ke Bumi Kartini, Jepara. Bersama juga dibawa dua medali emas hasil bertanding di ASEAN Para Games 2022. Salah satu medalinya, menjadi medali pertama yang diraih Indonesia pada gelaran akbar itu.

Selama ini, Aris Wibawa, memang jarang sekali pulang ke rumahnya di Desa Batealit, Kecamatan Batealit. Aktivitasnya lebih banyak di Solo, karena disana dirinya merasa lebih nyaman berlatih dan menempa diri sebagai atlet Para Games.

Jejak karirnya dimulai dari keputusan yang sangat spekulatif. Saat kelas dua di SMA Tahunan Jepara, Aris mencoba mengikuti Peparprov Jawa Tengah di cabang olahraga (cabor) atletik nomor lari 100 meter. Tak disangka, saat itu dia berhasil menyabet medali perak.

Namun, pada saat pertandingan lari 100 meter itu, Aris mengalami luka pada kaki. Karena memang kondisi kakinya tak bisa dipakaikan sepatu. Dari sana, dirinya mulai pindah menggeluti cabor renang yang akhirnya membawa sukses.

“Mungkin kalau di lari, kelasku mungkin kalau nasional berat. Lalu disarankan teman buat pindah saja ke renang,” kata Aris.

Setelah itu, pada tahun 2014, Aris memberanikan diri pindah ke cabor renang. Pilihan nekad itu ternyata membuahkan hasil. Pada tahun 2015, Aris sukses meraih medali perunggu pada ASEAN Paragames Singapura. Medali itu rupanya menjadi pemantik Aris untuk melesatkan namanya di kancah internasional.

Benar saja, Aris kemudian meraih sejumlah gelar setelahnya. Diantaranya medali perak dan Perunggu PEPARNAS Bandung 2016, dua medali emas ASEAN Para Games Malaysia 2017, medali perak Asian Paragames 2018, serta medali perunggu PEPARNAS Papua 2021.

BACA JUGA: Dua Atlet ASEAN Para Games Diarak Keliling Kota JeparaAris mengakui, capaian prestasi-prestasi ini tak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Dia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara. Secara ekonomi, keluarganya tergolong kurang mampu.“Motivasi saya adalah keluarga. Saya harus berhasil. Untuk keluarga. Tidak ada yang lain,” kata Aris.Di balik kesuksesan itu, Aris terkenal dengan pribadi yang tangguh. Sejak SD sampai SMA, Aris selalu sekolah di sekolah umum. Mentalnya sudah tergembleng dengan memposisikan diri bersama orang-orang yang bukan penyandang dissabilitas.Selama menempuh pendidikan di sekolah umum, Aris mengaku pernah mengalami bullying dari teman-temannya. Dirinya menyadari, bahwa secara fisik memang dia memiliki keterbatasan.“Saya cuek saja. Saya berpikir, mungkin suatu saat saya bisa lebih baik dari mereka,” tegas Aris.Kini nama Aris dipuja-puji masyarakat, tak hanya di Jepara, melainkan juga di seluruh negeri ini. Berkat dia, lagu Indonesia Raya bisa berkumandang untuk kali pertama pada gelaran ASEAN Para Games 2022.“Untuk kaum dissabilitas di Jepara, mari lebih bersemangat lagi. Pokoknya, yang lemah harus dilatih. Yang kuat harus dilatih lagi,” tutur Aris. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Budi Erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler