Ribuan Suporter Persijap Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 4 Oktober 2022 21:23:46
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara – Lebih dari lima ribu suporter Persijap doakan korban tragedi Kanjuruhan. Mereka berkumpul di depan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Selasa (4/10/222) malam. Dalam suasana berkabung, semua mendoakan korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Para suporter yang mengenakan pakaian serba hitam itu bersila dan menundukkan kepala. Dipimpin seorang kyai, mereka membaca tahlil yang dihaturkan kepada ratusan korban di setelah pertandingan Arema FC Vs Persebaya itu.
Para suporter tak membawa identitas kelompok suporter seperti biasanya. Mereka memilih menyeragamkan pakaian gelap sebagai wujud berkabung.
Tak hanya membaca tahlil, para suporter itu juga menyalakan lilin. Mereka menjaga nyala api sembari merapalkan doa-doa yang dikhususkan bagi para korban tragedi itu. Raut wajah mereka tampah sedih.
Salah satu pemain Persijap Jepara, Qischil Gandrum Minny, yang juga mantan pemain Arema, mengaku sangat terpukul dengan tragedi di Kanjuruhan itu. Ia tak bisa membayangkan betapa mengerikannya situasi saat insiden itu terjadi.
"Saya sangat kaget. Terpukul. Karena saya dulu pernah bermain di sana," kata Qischil.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Lebih dari lima ribu suporter Jepara doakan korban tragedi Kanjuruhan. Mereka berkumpul di depan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Selasa (4/10/222) malam. (Murianews/Faqih Mansyur Hidayat)[/caption]
MURIANEWS, Jepara – Lebih dari lima ribu suporter Persijap doakan korban tragedi Kanjuruhan. Mereka berkumpul di depan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Selasa (4/10/222) malam. Dalam suasana berkabung, semua mendoakan korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Para suporter yang mengenakan pakaian serba hitam itu bersila dan menundukkan kepala. Dipimpin seorang kyai, mereka membaca tahlil yang dihaturkan kepada ratusan korban di setelah pertandingan Arema FC Vs Persebaya itu.
Para suporter tak membawa identitas kelompok suporter seperti biasanya. Mereka memilih menyeragamkan pakaian gelap sebagai wujud berkabung.
Tak hanya membaca tahlil, para suporter itu juga menyalakan lilin. Mereka menjaga nyala api sembari merapalkan doa-doa yang dikhususkan bagi para korban tragedi itu. Raut wajah mereka tampah sedih.
Salah satu pemain Persijap Jepara, Qischil Gandrum Minny, yang juga mantan pemain Arema, mengaku sangat terpukul dengan tragedi di Kanjuruhan itu. Ia tak bisa membayangkan betapa mengerikannya situasi saat insiden itu terjadi.
"Saya sangat kaget. Terpukul. Karena saya dulu pernah bermain di sana," kata Qischil.
Qischil berharap, para korban bisa diterima di sisi Yang Maha Kuasa. Ia juga berdoa supaya tragedi serupa tak akan terulang lagi.
BACA JUGA: