Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Koordinator Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Tengah Regional I 2018, Fahsin M Faal mengungkapkan, meski dalam berlaga di lapangan terkadang pemain sulit mengendalikan emosinya, namun untuk para santri adalah hal mutlak untuk tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Ia mencontohkan, pada pertandingan babak penyisihan Jateng Regional I Sub Regional I di Stadion Pancasila Demak, antara Miftahul Huda vs Irsyadul Hasan, Selasa (7/8/2018), ada pemandangan unik yang jarang ditemukan dalam laga-laga sepak bola.

Di antaranya bersujud syukur ketika berhasil mencetak gol atau menang, dan bahkan ada pemain yang mendapat kartu merah justru malah mencium tangan wasit.

Momentum pemain mencium tangan wasit ini, terjadi ketika seorang pemain dari tim Miftahul Huda, bernama Roihan dengan nomor punggung 5, melakukan pelanggaran di kotak penalti.

Alhasil, sang pemimpin pertandingan, Fuad Adam mengganjarnya dengan tendangan penalti untuk tim Irsyadul Hasan.

Selain memberi sanksi tendangan penalti, wasit Fuad Adam juga mengganjar Roihan dengan kartu merah. Melihat wasit mengeluarkan kartu, Roihan langsung menghampiri dan bersalaman sembari mencium tangan wasit.

“Inilah santri, biasanya kan pemain diberi kartu merah langsung marah. Kalau ini malah mencium tangan,” ujarnya.Pada pertandingan ini, Miftahul Huda harus mengakui keunggulan tim Irsyadul Hasan dengan skor 0-6 tanpa balas.Manajer Miftahul Huda, Arif Fahmi, diakui tim lawan memang cukup tangguh. Selain itu, pemain Miftahul Huda dari Boja Kendal relatif baru, karena mayoritas adalah santri yang duduk di bangku kelas IX SMA/SMK/MA.“Kita memang sudah ikut LSN yang kedua kali ini, tapi tahun kemarin pemain kita sudah banyak yang lulus. Jadi ini relatif baru, sekalian untuk persiapan tahun berikutnya,” katanya.Pada pertandingan hari ini, untuk Sub Region I Demak tim yang menang akan lolos ke babak perempat final atau 8 besar. Pertandingan 8 besar yang akan digelar pada Rabu (8/8/2018). Selanjutnya, semifinal akan digelar Kamis (9/8/2018), sedangkan final digelar Sabtu (11/8/2018).Untuk pertandingan Sub Region 2 Rembang hari ini sudah memasuki babak 8 besar, antaralain RMB Jepara vs PPYQ Kudus, Dafa FC Pati vs Zarkasyi Al-Mubarok Rembang, Al-Alif Blora vs Salafiyah FC Blora, Sirbin FC Grobogan vs Assalam Grobogan.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler