Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, London- Buntut keikutsertaan beberapa klub top sepak bola Eropa di European Super League (ESL) masih terus menimbulkan reaksi. Terakhir, pendukung Arsenal menggelar aksi demonstrasi di Stadion Emirates, Jum’at (23/4/2020) malam.

Aksi demonstrasi ini digelara para pendukung The Gunner di luar stadion, saat Arsenal menjamu Everton di lanjutan pertandingan Liga Inggris. Mereka meminta pemilik Arsenal, Stan Kroenke  meninggalkan klub karena telah bergabung dengan ESL, tempo hari.

Para Penggemar Arsenal berkumpul di area stadion lebih dari dua jam sebelum kick-off Arsenal vs Everton dengan menyalakan suar, menyalakan kembang api, melakukan demonstrasi dengan pengeras suara melakukan orasi.

"Kami ingin Kroenke keluar, Kami ingin Arsenal kembali,"demikian teriakan yang dilontarkan para pendukung Arsenal tersebut.

Mereka juga menggantungkan sejumlah spanduk di beberapa bagian stadion, salah satunya di tepi lorong Stadion. Spanduk mereka bertuliskan, "Arsenal sampai aku mati. Kroenke out" dan" Klub kami adalah rumah kami. Jual Stan."

Setelah berkumpul di Concourse, para fans Arsenal diketahui berbaris menuruni tangga menuju box office dan team store untuk melanjutkan demo yang lebih riuh. Seorang penggemar naik ke atas tenda box office dan melambaikan spanduk dan bendera, membuat ratusan penggemar berkumpul di depannya. Selanjutnya ia memimpin meneriakan yel-yel menentang kepemilikan Stan Kroener atas Arsenal.

Protes keras ini bahkan sampai terdengar di dalam stadion saat tim turun ke lapangan untuk melakukan pemanasan dan setelah pertandingan dimulai. Helikopter polisi sempat datang dan berputar di atas stadion. Namun, petugas tidak berusaha untuk membubarkan aksi protes di tengah pandemi Covid-19 ini.Kemarahan penggemar Arsenal muncul sejak Arsenal dan lima klub Liga Premier lainnya mengumumkan mereka bergabung dengan ESL pada pekan lalu. Adanya reaksi yang keras dari UEFA, Liga Inggris, dan suporter, Arsenal bersama lima klub Inggris akhirnya keluar dari proyek liga baru yang didirikan 12 klub tersebut pada Selasa malam lalu.Pertandingan antara Arsenal menghadapi Everton sendiri, berakhir dengan kekalahan menyakitkan kubu tuan rumah. Arsenal kalah 0-1, setelah kipernya Bernd Leno melakukan gol bunuh diri konyol dalam pertandingan itu, pada menit ke-78.Dengan hasil ini, Arsenal terpaku di posisi ke-9 klasemen dengan raihan 46 poin. Dengan posisi ini, Arsenal sudah sangat berat untuk bisa bersaing di kompetisi Eropa musim depan. Penulis: Budi erjeEditor: Budi erjeSumber: cnnindonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler