Beberapa Agenda Olahraga Dunia Nasibnya Tak Jelas Setelah Rusia Berperang
Murianews
Jumat, 25 Februari 2022 22:25:49
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta- Beberapa agenda Olahraga dunia kini nasibnya tak jelas, setelah Rusia memutuskan berperang dengan Ukraina. Situasi ini menimbulkan ketidak pastian terhadap pelaksanaan kegiatan agenda olahraga level dunia itu.
Beberapa agenda olahraga yang nasibnya menjadi tidak jelas usai invasi Rusia ke Ukraina itu diantaranya adalah, Kejuaraan Dunia Ski 2022. Selama Maret 2022 ini sebenarnya akan ada lima kejuaraan ski di Rusia, meliputi freestyle skiing, cross-country skiing, dan jumping. Namun menyusul situasi yang terjadi, agenda ini terancam batal.
Federasi Ski Internasional (FIS) mengatakan, untuk sementara dua agenda pertama masih mungkin digelar. Namun pada agenda selanjutnya, nasibnya tidak jelas, lantaran banyak atlet menyatakan menolak bertanding di Rusia. Sikap ini merupakan protes dari mereka terhadap invasi yang dilakukan Rusia kepada Ukraina.
Final Liga Champions Eropa, yang merupakan kompetisi sepak bola paling elite di Eropa, bahkan sudah dipastikan akan dipindahkan ke Prancis. Penolakan sejumlah federasi untuk memainkan final di St Petersburg, menjadi bagian dari protes terhadap sikap Rusia.
BACA JUGA: Dampak Perang, Final Liga Champions Akhirnya digeser ke Prancis
Even olahraga yang taka kalah besar adalah Seri ke-17 Formula One (F1) 2022 di Sirkuit Sochi Autodrom pada 25 September 2022. Sebagai sikap protes, para peserta balapan mobil terbesar di dunia ini banyak yang minta dibatalkan pelaksanaanny.
Salah satu pembalap terkenal, Sebastian Vettel bahkan sudah menyatakan menolak bertanding jika tetap digelar di Rusia. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak F1 soal suara yang dilontarkan Vettel. Namun dari perkembangan yang ada, banyak dukungan mulai mengalir kepada Vettel agar agenda balapan F1 di Rusia pada tahun ini dibatalkan.
Selain event-event olahraga tersebut, masih ada banyak agenda olahraga leval dunia yang sebenarnya akan digelar di Rusia pada tahun 2022 ini. Namun masing-masing pemegang otoritas olahraga belum memberikan pernyataan sikapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Beberapa agenda Olahraga dunia kini nasibnya tak jelas, setelah Rusia memutuskan berperang dengan Ukraina. Salah satunya adalah final Liga Champions Eropa, yang akhirnya digeser ke Prancis. (grafis)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta- Beberapa agenda Olahraga dunia kini nasibnya tak jelas, setelah Rusia memutuskan berperang dengan Ukraina. Situasi ini menimbulkan ketidak pastian terhadap pelaksanaan kegiatan agenda olahraga level dunia itu.
Beberapa agenda olahraga yang nasibnya menjadi tidak jelas usai invasi Rusia ke Ukraina itu diantaranya adalah, Kejuaraan Dunia Ski 2022. Selama Maret 2022 ini sebenarnya akan ada lima kejuaraan ski di Rusia, meliputi freestyle skiing, cross-country skiing, dan jumping. Namun menyusul situasi yang terjadi, agenda ini terancam batal.
Federasi Ski Internasional (FIS) mengatakan, untuk sementara dua agenda pertama masih mungkin digelar. Namun pada agenda selanjutnya, nasibnya tidak jelas, lantaran banyak atlet menyatakan menolak bertanding di Rusia. Sikap ini merupakan protes dari mereka terhadap invasi yang dilakukan Rusia kepada Ukraina.
Final Liga Champions Eropa, yang merupakan kompetisi sepak bola paling elite di Eropa, bahkan sudah dipastikan akan dipindahkan ke Prancis. Penolakan sejumlah federasi untuk memainkan final di St Petersburg, menjadi bagian dari protes terhadap sikap Rusia.
BACA JUGA: