MURIANEWS, Blora – Sebelum ke Jepang, Pratama Arhan pulang kampung, mengunjungi pelatihnya semasa kecil. Mantan pemain PSIS Semarang ini, resmi direkrut klub Jepang, Tokyo Verdy dan akan segera berangkat ke Jepang.
Namun menjelang keberangkatannya, Pratama Arhan menyempatkan pulang kampung ke Blora, Jawa Tengah. Selama berada di kampung halaman, pemain klub Tokyo Verdy tersebut menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan pelatihnya sewaktu masih berstatus sebagai pemain Sekolah Sepakbola (SSB) Putra Mustika Blora, Lulus Widodo.
Ketika bertamu di rumah pelatihnya tersebut, Pratama Arhan memberikan kaos timnas Indonesia berwarna putih pada saat berkiprah di ajang Piala AFF 2020 lalu. Selanjutnya ia meminta restu kepada Lulus Widodo, sebelum berangkat ke Jepang.
"Ya tadi dia memberikan jersey kaos timnas beserta tanda tangannya," ucap Lulus Senin (7/3/2022).
Lulus mengatakan kunjungan yang dilakukan oleh Arhan kurang lebih berlangsung selama dua jam. Pada saat bertamu, Arhan didampingi oleh kakaknya.
BACA JUGA: Pratama Arhan Diminta Ajari Lemparan Jauh Pemain Indonesia Lainnya"Intinya yang pertama itu silaturahmi, dan yang kedua minta restu untuk berangkat ke Jepang," kata dia.
Menurut Lulus, bukan kali pertama ini Arhan berkunjung ke rumahnya. Beberapa kali usai lebaran, pesepakbola tersebut kerap mengunjungi rumahnya. Pemain ini masih terus menghormati dirinya sebagai pelatih semasa kecilnya."Ya setiap lebaran bersama teman-teman alumni itu selalu menyempatkan diri datang ke sini sharing bersama, sering curhat dan meminta masukan kekurangannya dimana," terangnya.Bahkan, Lulus juga tak ragu mengkritik cara permainan Arhan selama menjadi pemain nasional yang beberapa kali berlatih ataupun uji tanding di luar negeri. Sebagai pelatih sepakbola Pratama Arhan sejak kecil, Lulus merasa senang dan bangga.Anak didiknya tersebut kini mampu mengharumkan nama Indonesia secara umum dan Kabupaten Blora secara khusus. Mendapatkan kesempatan untuk bermain di kompetisi luar negeri, menurutnya merupakan sesuatu yang luar biasa."Ya saya sampaikan kepada Arhan, saya tidak mengharapkan apa-apa, kalau ke sini itu enggak usah mikir oleh-oleh atau apa, masih ingat pada pelatih atau pembimbingnya itu, sudah terima kasih. Yang penting itu tali silaturahim yang harus selalu dijaga," jelas dia.Lulus juga menjelaskan Pratama Arhan datang ke rumahnya tidak dapat berlama-lama. Sebab pemain ini sudah ada jadwal padat yang harus dijalani. Dalam waktu dekat kabarnya sudah harus terbang ke Jepang.Kotributor: NathanEditor: Budi Erje
[caption id="attachment_276418" align="alignleft" width="1280"]

Lulus Widodo, pelatih Pratama Arhan semasa kecil di Blora, Jawa Tengah, menunjukan kaos Timnas Indonesia yang diberikan padanya. (MURIANEWS/Nathan)[/caption]
MURIANEWS, Blora – Sebelum ke Jepang, Pratama Arhan pulang kampung, mengunjungi pelatihnya semasa kecil. Mantan pemain PSIS Semarang ini, resmi direkrut klub Jepang, Tokyo Verdy dan akan segera berangkat ke Jepang.
Namun menjelang keberangkatannya, Pratama Arhan menyempatkan pulang kampung ke Blora, Jawa Tengah. Selama berada di kampung halaman, pemain klub Tokyo Verdy tersebut menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan pelatihnya sewaktu masih berstatus sebagai pemain Sekolah Sepakbola (SSB) Putra Mustika Blora, Lulus Widodo.
Ketika bertamu di rumah pelatihnya tersebut, Pratama Arhan memberikan kaos timnas Indonesia berwarna putih pada saat berkiprah di ajang Piala AFF 2020 lalu. Selanjutnya ia meminta restu kepada Lulus Widodo, sebelum berangkat ke Jepang.
"Ya tadi dia memberikan jersey kaos timnas beserta tanda tangannya," ucap Lulus Senin (7/3/2022).
Lulus mengatakan kunjungan yang dilakukan oleh Arhan kurang lebih berlangsung selama dua jam. Pada saat bertamu, Arhan didampingi oleh kakaknya.
BACA JUGA: Pratama Arhan Diminta Ajari Lemparan Jauh Pemain Indonesia Lainnya
"Intinya yang pertama itu silaturahmi, dan yang kedua minta restu untuk berangkat ke Jepang," kata dia.
Menurut Lulus, bukan kali pertama ini Arhan berkunjung ke rumahnya. Beberapa kali usai lebaran, pesepakbola tersebut kerap mengunjungi rumahnya. Pemain ini masih terus menghormati dirinya sebagai pelatih semasa kecilnya.
"Ya setiap lebaran bersama teman-teman alumni itu selalu menyempatkan diri datang ke sini sharing bersama, sering curhat dan meminta masukan kekurangannya dimana," terangnya.
Bahkan, Lulus juga tak ragu mengkritik cara permainan Arhan selama menjadi pemain nasional yang beberapa kali berlatih ataupun uji tanding di luar negeri. Sebagai pelatih sepakbola Pratama Arhan sejak kecil, Lulus merasa senang dan bangga.
Anak didiknya tersebut kini mampu mengharumkan nama Indonesia secara umum dan Kabupaten Blora secara khusus. Mendapatkan kesempatan untuk bermain di kompetisi luar negeri, menurutnya merupakan sesuatu yang luar biasa.
"Ya saya sampaikan kepada Arhan, saya tidak mengharapkan apa-apa, kalau ke sini itu enggak usah mikir oleh-oleh atau apa, masih ingat pada pelatih atau pembimbingnya itu, sudah terima kasih. Yang penting itu tali silaturahim yang harus selalu dijaga," jelas dia.
Lulus juga menjelaskan Pratama Arhan datang ke rumahnya tidak dapat berlama-lama. Sebab pemain ini sudah ada jadwal padat yang harus dijalani. Dalam waktu dekat kabarnya sudah harus terbang ke Jepang.
Kotributor: Nathan
Editor: Budi Erje