Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta- Pasangan muda Ganda Putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana menjalani debut dan langsung  berhasil menjadi juara All England 2022. Mereka secara mengejutkan berhasil menang dari para seniornya, pasangan ganda Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Mohamad Shohibul Fikri/Bagas Maulana bahkan menang straight set langsung dengan skor 21-19, 21-13. Pasangan muda ini memulai laga dengan baik, dengan unggul 3-1 atas seniornya itu. Selanjutnya mereka terus melaju hingga skor 7-5.

Pasangan Ahsan/Hendra yang jauh lebih senior dan berpengalaman akhirnya mulai berhasil mengatasi keterkejutan mereka. Sampai akhirnya mereka masih bisa mengejar hingga skor menjadi 8-8.

Namun tekanan Fikri/Bagas kembali membuat Ahsan/Hendra menghadapi kesulitan, sehingga akhirnya pasangan muda ganda Indonesia bisa memimpin di interval pertama dengan skor 11-9 di set pertama.

BACA JUGA: Di All England 2022 Indonesia Kekuatan Penuh, Ini Daftar Pemainnya

Selepas interval, Fikri/Bagas justru semakin menjadi-jadi. Mereka terlihat tidak canggung sekalipun harus menghadapi para seniornya. Selisih skor tiga poin sempat mereka ciptakan saat memimpin 13-10 yang berlanjut menjadi 14-11.

Ahsan/Hendra lalu kembali mencoba memberi jawaban atas tantangan yang ditunjukan para juniornya. Mereka berhasil merebut 3 angka hingga bisa menyamakan skor menjadi 14-14.

Namun selepas itu, Fikri/Bagas gantian memberikan sebuah reaksi keras dan berhasil merebut dua poin beruntun, melalui smes Bagas. Saat itu skor akhirnya memberikan jarak 16-14.

Namun lagi-lagi, Ahsan/Hendra kembali mencoba untuk memberikan perlawanan lebih. Melalui serangan bergelombang, mereka kembali menyamakan skor menjadi 16-16. Kemudian terjadi lagi skor 17-17, lalu 18-18.Dengan senioritasnya Ahsan/Hendra sempat berbalik memimpin 19-18 tetapi skor lagi-lagi menjadi imbang 19-19. Kali ini pasangan The Daddies melakukan kesalahan sendiri, saat pukulan mereka keluar garis.Kesempatan ini akhirnya membuat Fikri/Bagas mendapatkan momentum untuk melewati para seniornya di pengumpulan poin di set pertama. Setelah unggul 20-19, dengan kepercayaan diri tinggi mereka menutup set pertama dengan kemenangan 21-19.Memasuki gim kedua, Ahsan/Hendra mendapat start yang lebih bagus dengan mencatat keunggulan 4-2 dan berlanjut menjadi 7-3. Namun mereka sering membuat kesalahan, hingga memberi keuntungan bagi Fikri/Bagas.Bahkan dari posisi tertinggal 3-7, Fikri/Bagas akhirnya berbalik unggul pada angka 11-8 lewat raihan tujuh poin beruntun. Saat interval, Ahsan sempat mendapat perawatan di kakinya, sebelum kembali melanjutkan pertandingan.Fikri/Bagas mampu mempertahankan tekanan mereka ke Ahsan/Hendra. Mereka sukses menciptakan selisih poin menjadi enam angka, 18-12. Kemudian match point 20-12, dan berhasil membuat sejarah baru di All England, setelah menang 21-13.Keberhasilan mereka juga menjadi sebuah sejarah besar, karena mereka merebut gelar di debut pertama mereka ikut turnamen All England. Mereka datang, main dan menang.Penulis: Budi ErjeEditor: Budi ErjeSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler