MURIANEWS, Munchen- Pelatih Bayern Munchen, Julian Nagelsmann mengaku mendapatkan 450 ancaman pembunuhan, sejak gagal membawa timnya lolos Liga Champions. Bayern Munchen secara mengejutkan disingkirkan klub Spanyol, Villareal.
Die Roten terpaksa tersingkir dari Liga Champions setelah di pertandingan leg kedua perempat final yang digelar di Alianz Arena mereka hanya bisa bermain imbang 1-1. Hasil ini membuat mereka kalah secara agregat, karena sebelumnya mereka kalah 0-1 saat bermain di kandang Villareal.
Sejak kegagalan itu, secara bertubi-tubi Julian Nagelsmann mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan melalui akun media sosialnya. Ancaman-ancaman ini membuat dirinya merasa gelisah, dan terganggu.
"Saya sadar akan mendapat kritik dari segala sisi. Itu normal dan saya bisa menghadapinya. Tapi dengan 450 ancaman pembunuhan di Instagram, itu tidak mudah," katanya.
BACA JUGA: Villareal Ciptakan ‘Gempa Bumi’, Lemparkan Bayern Munich dari Liga ChampionsAncaman yang sama juga diterima oleh anggota keluarganya. Justru hal inilah yang pada akhirnya membuat hidupnya kini menjadi tidak nyaman. Nagelsmann mengaku tak bisa memahami dengan sikpa publik atas kegegalan Bayern Munchen ini.
"Jika orang-orang ingin membunuh saya itu ada hubungannya, tapi mereka juga ingin menyerang ibu saya yang bahkan tidak peduli dengan sepak bola. Saya tidak mengerti," ujarnya."Sesaat setelah mereka mematikan televisi, seketika mereka kehilangan kesadaran. Mereka hanya berpikir yang benar [versi mereka], dan itu gila," ucapnya.Bayern Munchen sendiri sampai saat ini masih menjadi yang terkuat di Liga Jerman. Merkea menguasai klasemen sementara dan sangat mungkin kembali menjadi juara Bundes Liga. Bahkan musim ini, mereka berpeluang membuat rekor dengan menjadi juara 10 kali berturut-turut.Meski prestasi mentereng di tingkat lokal mereka kuasai, nyatanya ancaman pembunuhan tetap saja membanjir kepada Nagelsmann. Perundungan terhadap dirinya melalui media sosial diakuinya tidak sekali ini terjadi, selama menjadi pelatih Bayern. Namun yang terjadi kali ini cukup membuatnya gusar."Saya mendapatkannya di setiap pertandingan, entah apakah kami menang atau kalah. Ada lebih banyak ancaman pembunuhan ketika kami bermain dengan [formasi] tiga bek atau empat bek, terlebih lagi ketika kami kalah," tegas Nagelsmann.Penulis: Budi ErjeEditor: Budi ErjeSumber:
CNN Indonesia
[caption id="attachment_285139" align="alignleft" width="839"]

Julian Nagelsmann, pelatih Bayern Munchen mendapatkan ancaman pembunuhan usai gagal membawa timnya lolos semifinal di Liga Champions. (instagram.com)[/caption]
MURIANEWS, Munchen- Pelatih Bayern Munchen, Julian Nagelsmann mengaku mendapatkan 450 ancaman pembunuhan, sejak gagal membawa timnya lolos Liga Champions. Bayern Munchen secara mengejutkan disingkirkan klub Spanyol, Villareal.
Die Roten terpaksa tersingkir dari Liga Champions setelah di pertandingan leg kedua perempat final yang digelar di Alianz Arena mereka hanya bisa bermain imbang 1-1. Hasil ini membuat mereka kalah secara agregat, karena sebelumnya mereka kalah 0-1 saat bermain di kandang Villareal.
Sejak kegagalan itu, secara bertubi-tubi Julian Nagelsmann mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan melalui akun media sosialnya. Ancaman-ancaman ini membuat dirinya merasa gelisah, dan terganggu.
"Saya sadar akan mendapat kritik dari segala sisi. Itu normal dan saya bisa menghadapinya. Tapi dengan 450 ancaman pembunuhan di Instagram, itu tidak mudah," katanya.
BACA JUGA: Villareal Ciptakan ‘Gempa Bumi’, Lemparkan Bayern Munich dari Liga Champions
Ancaman yang sama juga diterima oleh anggota keluarganya. Justru hal inilah yang pada akhirnya membuat hidupnya kini menjadi tidak nyaman. Nagelsmann mengaku tak bisa memahami dengan sikpa publik atas kegegalan Bayern Munchen ini.
"Jika orang-orang ingin membunuh saya itu ada hubungannya, tapi mereka juga ingin menyerang ibu saya yang bahkan tidak peduli dengan sepak bola. Saya tidak mengerti," ujarnya.
"Sesaat setelah mereka mematikan televisi, seketika mereka kehilangan kesadaran. Mereka hanya berpikir yang benar [versi mereka], dan itu gila," ucapnya.
Bayern Munchen sendiri sampai saat ini masih menjadi yang terkuat di Liga Jerman. Merkea menguasai klasemen sementara dan sangat mungkin kembali menjadi juara Bundes Liga. Bahkan musim ini, mereka berpeluang membuat rekor dengan menjadi juara 10 kali berturut-turut.
Meski prestasi mentereng di tingkat lokal mereka kuasai, nyatanya ancaman pembunuhan tetap saja membanjir kepada Nagelsmann. Perundungan terhadap dirinya melalui media sosial diakuinya tidak sekali ini terjadi, selama menjadi pelatih Bayern. Namun yang terjadi kali ini cukup membuatnya gusar.
"Saya mendapatkannya di setiap pertandingan, entah apakah kami menang atau kalah. Ada lebih banyak ancaman pembunuhan ketika kami bermain dengan [formasi] tiga bek atau empat bek, terlebih lagi ketika kami kalah," tegas Nagelsmann.
Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber:
CNN Indonesia