MURIANEWS, Kudus- Tehnik tendangan Rabona kembali menjadi perhatian para penggemar sepak bola, setelah Mario Balotelli mengetengahkannya dengan luar biasa. Di pertandingan terakhir Liga Turki, antara Demispor Vs Gizrtepe, Super Mario menunjukan kelasnya sebagai penyerang hebat.
Pada pertandingan yang digelar di Adana Stadymu, Adana, Turki, Mario Balotelli mencetak lima gol dalam kemenangan 7-0 timnya Adana Demispor. Gol terakhirnya tercipta dengan spektakuler, setelah dilakukannya dengan menggunakan tehnik tendangan kaki silang, yang lebih dikenal sebagai teknik tendangan Rabona.
Teknik tendangan dengan kaki silang ternyata memiliki penyebutan berbeda-beda. Di Argentina sebutan Rabona ini diklaim pertama kali muncul. Kemudian juga di Italia. Sementara di Brasil teknik yang seperti ini dinamakan sebagai chaleira atau letra.
Asal-asul munculnya teknik ini ada beberapa versi. Mantan pemain klub Estudiantes, Argentina, Ricardo Infante menjadi orang yang disebut sebagai penemu rabona untuk pertama kainya.
Pemain ini diklaim melakukan tehnik seperti ini pada pertandingan antara Estudiantes vs Rosario Central di tahun 1948. Pada pertandingan ini, Ricardo Infante melakukan rabona untuk mencetak gol.
BACA JUGA:Mario Balotelli Ciptakan ‘Gol Rabona’ Berkelas, Layak Raih Puskas Award Tahun iniMajalah sepak bola Argentina, El Grafico mendokumentasikan peristiwa Rabona untuk pertama kalinya. Foto Ricardo Infante saat melakukan teknik itu terdokumentasi dengan caption "El infante que se hizo la rabona".
Dalam bahasa Spanyol, "el infante" berarti seorang bocah, sementara "la rabona" adalah kata-kata yang berarti membolos. Secara harafiah bisa saja teknik ini adalah gerakan cepat tak terduga, seperti ‘tipuan seorang bocah yang membolos sekolah’.
Pemain lain yang mengklaim pernah melakukan tehnik Rabona adalah pemain asal klub Ascoli, Italia. Pemain itu bernama Giovanni Roccotelli, dan mengkalaim melakukannya untuk pertama kali saat masih aktif bermain pada era 1970-an.Roccotelli mengaku menjadi penemu rabona setelah legenda sepak bola Brasil, Pele, menyinggung teknik tersebut. Di masa kejayaannya, Pele memang pernah dikenal dengan kemampuannya melakukan teknik Rabona."Saya sering melakukan tekhnik itu ketika bermain. Saya bahkan pernah mencetak gol dengan teknik itu ketika dipanggil timnas Italia," kata Roccotelli.Dalam penjelasan lain, rabona diduga berasal dari bahasa Spanyol "rabo" yang berarti ekor. Hal ini merujuk pada gerakan teknik ini yang terlihat seperti kibasan ekor sapi atau hewan lainnya. Secara sekilas, tendangan Rabona memang terlihat mirip seperti kibasan ekor sapi.Di dunia Sepak bola, ada banyak pemain bintang yang melakukan tendangan Rabona ini. Ronaldo Luiz Nasario, bintang Brasil sering melakukannya saat masih aktif bermain. Ronaldo Portugal juga pernah mempertunjukan kemampuannya. Lalu Lewandowsky, penyerang asal Bayern Munich juga pernah melakukannya.Namun demikian, kebanyakan mereka melakukannya untuk keperluan mengumpan. Sedangkan pemain yang berhasil menggunakan teknik ini untuk mencetak gol tidak banyak jumlahnya. Paling akhir adalah yang dilakukan oleh Mario Balotelli, pada Minggu (22/5/2022) baru-baru ini.Penulis: Budi ErjeEditor: Budi ErjeDari Berbagai Sumber
[caption id="attachment_291421" align="alignleft" width="1920"]

Teknik tendangan Rabona yang diketengahkan Balotelli di Liga Turki. (tangkapan Layar)[/caption]
MURIANEWS, Kudus- Tehnik tendangan Rabona kembali menjadi perhatian para penggemar sepak bola, setelah Mario Balotelli mengetengahkannya dengan luar biasa. Di pertandingan terakhir Liga Turki, antara Demispor Vs Gizrtepe, Super Mario menunjukan kelasnya sebagai penyerang hebat.
Pada pertandingan yang digelar di Adana Stadymu, Adana, Turki, Mario Balotelli mencetak lima gol dalam kemenangan 7-0 timnya Adana Demispor. Gol terakhirnya tercipta dengan spektakuler, setelah dilakukannya dengan menggunakan tehnik tendangan kaki silang, yang lebih dikenal sebagai teknik tendangan Rabona.
Teknik tendangan dengan kaki silang ternyata memiliki penyebutan berbeda-beda. Di Argentina sebutan Rabona ini diklaim pertama kali muncul. Kemudian juga di Italia. Sementara di Brasil teknik yang seperti ini dinamakan sebagai chaleira atau letra.
Asal-asul munculnya teknik ini ada beberapa versi. Mantan pemain klub Estudiantes, Argentina, Ricardo Infante menjadi orang yang disebut sebagai penemu rabona untuk pertama kainya.
Pemain ini diklaim melakukan tehnik seperti ini pada pertandingan antara Estudiantes vs Rosario Central di tahun 1948. Pada pertandingan ini, Ricardo Infante melakukan rabona untuk mencetak gol.
BACA JUGA:Mario Balotelli Ciptakan ‘Gol Rabona’ Berkelas, Layak Raih Puskas Award Tahun ini
Majalah sepak bola Argentina, El Grafico mendokumentasikan peristiwa Rabona untuk pertama kalinya. Foto Ricardo Infante saat melakukan teknik itu terdokumentasi dengan caption "El infante que se hizo la rabona".
Dalam bahasa Spanyol, "el infante" berarti seorang bocah, sementara "la rabona" adalah kata-kata yang berarti membolos. Secara harafiah bisa saja teknik ini adalah gerakan cepat tak terduga, seperti ‘tipuan seorang bocah yang membolos sekolah’.
Pemain lain yang mengklaim pernah melakukan tehnik Rabona adalah pemain asal klub Ascoli, Italia. Pemain itu bernama Giovanni Roccotelli, dan mengkalaim melakukannya untuk pertama kali saat masih aktif bermain pada era 1970-an.
Roccotelli mengaku menjadi penemu rabona setelah legenda sepak bola Brasil, Pele, menyinggung teknik tersebut. Di masa kejayaannya, Pele memang pernah dikenal dengan kemampuannya melakukan teknik Rabona.
"Saya sering melakukan tekhnik itu ketika bermain. Saya bahkan pernah mencetak gol dengan teknik itu ketika dipanggil timnas Italia," kata Roccotelli.
Dalam penjelasan lain, rabona diduga berasal dari bahasa Spanyol "rabo" yang berarti ekor. Hal ini merujuk pada gerakan teknik ini yang terlihat seperti kibasan ekor sapi atau hewan lainnya. Secara sekilas, tendangan Rabona memang terlihat mirip seperti kibasan ekor sapi.
Di dunia Sepak bola, ada banyak pemain bintang yang melakukan tendangan Rabona ini. Ronaldo Luiz Nasario, bintang Brasil sering melakukannya saat masih aktif bermain. Ronaldo Portugal juga pernah mempertunjukan kemampuannya. Lalu Lewandowsky, penyerang asal Bayern Munich juga pernah melakukannya.
Namun demikian, kebanyakan mereka melakukannya untuk keperluan mengumpan. Sedangkan pemain yang berhasil menggunakan teknik ini untuk mencetak gol tidak banyak jumlahnya. Paling akhir adalah yang dilakukan oleh Mario Balotelli, pada Minggu (22/5/2022) baru-baru ini.
Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Dari Berbagai Sumber