Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Menyusul terjadinya bentrokan antara supporter dan warga di Yogyakarta, Senin (25/7/2022) lalu, seorang supporter PSS Sleman diketahui meninggal. Tri Fajar Firmansyah, supporter PSS Sleman, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (2/8/2022).

Bentrokan antara supporter PSS Sleman dan sekelompok warga terjadi di Yogyakarta, di hari pertandingan Persis Solo Vs Dewa United di gelar. Setelah sempat menjalani perawatan,
Tri Fajar Firmansyah dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (2/8/2022).

Tri Fajar disebut sebagai korban bentrokan saat pertandingan Persis vs Dewa United. Duel Persis vs Dewa United terjadi pada pekan pertama Liga 1 2022/2023 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (25/7/2022).

Pada hari pertandingan itu bentrokan antara warga dengan suporter terjadi di seputaran Simpang Empat Tugu Pal Putih, Sleman. Akibat bentrokan itu Tri Fajar Firmansyah yang merupakan anggota kelompok suporter PSS Brigata Curva Sud tewas usai jalani perawatan.

"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un. Keluarga besar PSS Sleman mengucapkan turut berduka atas berpulangnya saudara kita, Tri Fajar Firmansyah," tulis PSS dalam unggahan duka cita di Instagram mereka.

BACA JUGA: Enam Suporter Persijap Akhirnya Dilepas, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penghasut Balas Dendam"Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tambah pernyataan PSS Sleman.Dalam kolom komentar unggahan PSS itu, sejumlah netizen menyebut Tri Fajar merupakan korban yang bekerja sebagai tukang parkir pusat perbelanjaan di wilayah Babarsari."Ini tetangga saya, lagi cari nafkah dengan jaga parkir di Mirota Kampus Babarsari malah diserang oknum suporter kidul ndesa. Gegar otak dan pendarahan hebat di kepala, koma seminggu di RS Harjo Lukito sebelum menghembuskan nafas terakhir siang tadi. Dikira suporter Solo mungkin ya. Padahal itu BCS."Penulis: Budi ErjeEditor: Budi ErjeSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler