Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Berhadapan dengan Argentina dan Diego Maradonanya, adalah kenangan tak terbantahkan bagi Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 1979. Maradona saat itu bahkan sempat membuat para pemain Indonesia malah terpesona.

Setidaknya ini diakui oleh Bambang Nurdiansah, yang merupakan striker Timnas Indonesia U-20 di ajang bergengsi itu. Bambang yang saat ini sudah menjadi pelatih sepak bola ingat betul kejadian yang berlangsung di Stadion Omiya, Tokyo, Jepang pada 29 Agustus 1979 itu.

Menurut Bambang Nurdiansah, pada hari pertandingan itu, Timnas Indonesia U-20 mendapatkan kesempatan masuk lebih dulu ke lapangan. Semua pemain kemudian melakukan pemanasan layaknya menjelang sebuah pertandingan.

Berikutnya, Tim Argentina yang saat itu dikapteni oleh Diego Maradona menyusul masuk ke lapangan. Saat itulah ada sesuatu yang terjadi, yang menurut Bambang Nurdiansah akan terus dikenang.

Karena hebatnya seorang Maradona, seluruh isi stadion mengarahkan perhatian pada dirinya. Bahkan termasuk para pemain Timnas Indonesia U-20 yang akan menjadi lawannya. Hal inilah yang menurut Bambang menjadi pengalaman ‘aneh’ sekaligus memang sangat membekas.

"Maradona dan tim Argentina masuk, saat kami sedang pemanasan. Maradona masuk terlebih dahulu. Setelah memberikan hormat kepada penonton, Maradona menendang bola ke atas dan saat bola ke bawah dia sambut dengan kakinya dan bola itu memutar saja di kakinya. Kami yang sedang pemanasan langsung terhenti dan menonton aksi Maradona itu," ujar Bambang, dikutip dari bola.com.

BACA JUGA: Dilibas Argentina 0-5, Mundari Bingung Mengidentifiasi Maradona

"Kami baru sadar saat pelatih Almarhum Sutjipto Suntoro berteriak mengingatkan kami. Woi cing! kalian ngapain malah lihatin orang, ayo teruskan pemanasan, begitu kata pelatih dan kami pun melanjutkan pemanasan," tambah Bambang sambil nyengir.Kekaguman seperti itu, menurut Bambang Nurdiansah masih sangat wajar, mengingat Maradona memang sangat fenomenal. Skil-nya memang benar-benar sangat berbeda dibandingkan pemain-pemain yang ada saat itu.Selain itu, pada saat itu kesenjangan sepak bola Indonesia dan tim-tim Asia memang masih sangat njomplang dibanding Eropa dan Amerika Latin. Sehingga tidak mengherankan jika dalam kesempatan itu, banyak pemain Timnas Indonesia U-20 yang justru terpesona terhadap Maradona.Kini, di Piala Dunia U-20 2023 Timnas Indonesia U-20 dipastikan akan tampil, setelah Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah. Menarik ditunggu, apakah Timnas Indonesia U-20 mampu melakukan ‘sesuatu’.  Penulis: Budi ErjeEditor: Budi ErjeSumber: Bola.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler