Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Raviandi Ramadhan berhasil menembus final nomor lead di Piala Dunia Panjat Tebing 2022. Hasil ini menjadi kejutan besar bagi dunia panjat tebing Indonesia di kejuaraan ini, karena Raviandi melakukannya saat debut dan bukan atlet Pelatnas.

Piala Dunia Panjat Tebing 2022 atau Internasional Federation Sport Climbing (IFSC) World Cup digelar di SCBD, Jakata. Raviandi Ramadhan bermain di babak final pada Senin (26/9/2022), meski akhirnya hanya berada di posisi ke-8.

Meski harus puas di urutan ke delapan, pemanjat berusia 19 tahun ini menorehkan sejarah untuk panjat tebing lead Indonesia di ajang internasional. Raviandi di debut perdananya menjadi pemanjat pertama Indonesia yang mampu lolos di babak final seri Piala Dunia sejak ajang ini dimulai pada 1989.

”Saya bangga dengan prestasi saya di sini karena ini untuk pertama kalinya saya ikut Piala Dunia. Indonesia punya banyak atlet lead maupun boulder berbakat. Semoga dengan tren positif saya ini, itu akan berdampak baik untuk atlet-atlet lain (tim lead) ke depannya,” ujar Raviandi dikutip dari Kompas.com.

”Karena ini perlombaan terbesar yang pernah saya ikuti, saya sedikit demam panggung. Jadinya, saya kurang fokus dan lebih ceroboh. Tetapi, saya mendapatkan banyak pengalaman untuk bekal kalau diberi kesempatan tampil di ajang-ajang internasional lainnya,” tambah Raviandi lagi.

Pada pertandingan itu, Raviandi gagal saat mencaoba menggapai poin ke-23. Sehingga dirinya dinyatakan hanya mampu meraih poin ke-22+. Bagaimanapun ini merupakan kejutan luar biasa, mengingat dirinya sedang debut dan merupakan pemain non-pelatnas.

BACA JUGA: Indonesia Segera Gelar Kejuaraan IFSC Climbing World Cup 2022Untuk selanjutnya atlet berusia 19 tahun ini berharap bisa mendapatkan kesempatan berlaga di ajang internasional lainnya. Pada Piala Dunia Panjat Tebing Seri ke-12 ini, Raviandi mendapatkan tiket dari Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI).Hal itu diberikan setelah dirinya berhasil meraih emas lead dan emas boulder pada Sirkuit Nasional 2022 di Jakarta, Agustus lalu. Hasilnya, di Piala Dunia Panjat Tebing 2022 seri ke-12 ini dirinya berhasil tembus ke babak final.Pada Final lead seri ke-12 Piala Dunia Panjat Tebing 2022, pemanjat Jepang Ao Yurikusa tampil sebagai juara putra dengan raihan poin ke-29. Kemudian disusul rekan senegaranya, Masahiro Higuci (poin ke-28), dan pemanjat Jerman Sebastian Halenke (poin ke-28). Semua pemanjat gagal mencapai poin terakhir.Di kelas putri, pemanjat Slovenia Janja Garnbret menjadi juara dan menjadi satu-satunya pemanjat yang mencapai puncak lintasan. Kemudia disusul pemanjat Korea Selatan Seo Chae-hyun (poin ke-40), dan pemanjat Slovenia lainnya, Mia Krampl (poin ke-35+).Penulis: Budi ErjeEditor: Budi ErjeSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler