Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Malang – Seorang balita jadi korban Tragedi Kanjuruhan. Sementara itu, kerusuhan yang terjadi paska pertandingan Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam, menimbulkan korban lebih dari 127 orang meninggal.
Jumlah korban dalam kejadian ini masih belum bisa terinventarisir secara pasti. Karena sampai saat ini ada ratusan orang yang masih menjalani perawatan intensif. Namun sejauh ini, pihak RSUD Kanjuruhan memastikan dari sekian ratus korban, salah satunya adalah seoran balita.
"Satu korban tewas adalah anak usia lima tahun," ungkap Dirut RSUD Kanjuruhan, dr. Bobi Prabowo, Minggu (2/10/2022).
Balita yang diketahui meninggal, merupakan satu dari 21 korban meninggal yang dibawa ke RSUD Kanjuruhan. Sejak terjadi Tragedi Kanjuruhan, RSUD Kanjuruhan menerima 21 korban meninggal yang sebagian dikirim langsung dari lokasi kejadian.
BACA JUGA: Iritasi Mata, Patah Tulang dan Cedera Otak Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Anggota Aremania mencoba menyelematkan diri bersama seorang balita. Sementara itu, seorang balita diketahui menjadi korban Tragedi Kanjuruhan. (internet)[/caption]
MURIANEWS, Malang – Seorang balita jadi korban Tragedi Kanjuruhan. Sementara itu, kerusuhan yang terjadi paska pertandingan Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam, menimbulkan korban lebih dari 127 orang meninggal.
Jumlah korban dalam kejadian ini masih belum bisa terinventarisir secara pasti. Karena sampai saat ini ada ratusan orang yang masih menjalani perawatan intensif. Namun sejauh ini, pihak RSUD Kanjuruhan memastikan dari sekian ratus korban, salah satunya adalah seoran balita.
"Satu korban tewas adalah anak usia lima tahun," ungkap Dirut RSUD Kanjuruhan, dr. Bobi Prabowo, Minggu (2/10/2022).
Balita yang diketahui meninggal, merupakan satu dari 21 korban meninggal yang dibawa ke RSUD Kanjuruhan. Sejak terjadi Tragedi Kanjuruhan, RSUD Kanjuruhan menerima 21 korban meninggal yang sebagian dikirim langsung dari lokasi kejadian.
BACA JUGA: