Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Korban tragedi Kanjuruhan total mencapai 712 orang. Jumlah ini menjadi angka akhir yang dilaporkan TGIPF kepada Presiden RI, Jumat (14/10/2022). Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) memang menjadi salah satu kericuhan sepak bola terkelam di dunia.

TGIPF sendiri menyatakan, sampai laporan mereka disusun, korban dalam tragedi Kanjuruhan mencapai 712 orang. Rinciannya sebanyak 132 orang meninggal dunia. Kemudian 96 orang mengalami luka berat, dan 484 orang mengalami luka sedang/ringan.

Sebagian dari para korban juga disebut TGIPF berpotensi mengalami dampak jangka panjang. Dampak tersebut bisa terdiri bersifat fisik (cacat) maupun secara mental-psikologis. Kejadian ini memang sangat memilukan bagi sebuah bangsa.

BACA JUGA: TGIPF Rekomendasikan Ketua Umum PSSI dan Pengurusnya Mundur

Poin ini menjadi bagian laporan TGIPF yang dilaporkan ke Presiden. Korban yang meninggal bisa saja bertambah, mengingat ada potensi tidak dilaporkan ke TGIPF. Pada perkembangan lalu, korban meninggal dilaporkan 131 orang. Namun pada tahap akhir, TGIPF menyebut 132 orang.Kejadian di Kanjuruhan juga menjadi kerusuhan sepak bola paling banyak ke-2 yang menelan korban di seluruh dunia. Dengan korban meninggal sebanyak 132, tragedi Kanjuruhan berada dibawah kejadian di Peru pada 24 Mei 1964. Di Peru lebih dari 300 orang meninggal. Penulis: Budi ErjeEditor: Budi ErjeSumber: CNN Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler