Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Presiden FIFA Gianni Infantino menyerukan 'gencatan senjata Piala Dunia' selama satu bulan bagi perang Rusia-Ukraina. Seruan ini disampaikan kepada para pemimpin dunia yang hadir di KTT G-20 di Bali, sebelum turnamen Piala Dunia 2022 digelar.

Invasi Rusia atas Ukraina sudah berlangsung hampir sembilan bulan. Di kancah sepak bola, Timnas Rusia sebenarnya mendapat kesempatan menjalani play-off melawan Polandia. Namun FIFA kemudian memberikan hukuman pada mereka.

Gianni Infantino dalam permohonannya menyerukan kepada para pemimpin dunia di G-20 untuk mengambil semua langkah yang bisa dilakukan untuk mengakhiri konflik. Piala Dunia 2022 diharapkan bisa mendinginkan situasi di sana.

“Sepak bola adalah kekuatan untuk kebaikan. Tentu saja kami tidak naif untuk percaya sepak bola dapat menyelesaikan masalah dunia - untuk ini, Anda ada di sana,” ujar Infantino dalam pesannya.

Selama Piala Dunia 2022, Gianni Infantino berharap ada gencatan senjata yang bisa dilakukan. Sehingga selama turnamen berlangsung, ada kedamaian di Ukraina.

"Kami tahu fokus utama kami sebagai organisasi olahraga adalah dan seharusnya olahraga. Tetapi karena sepak bola menyatukan dunia, Piala Dunia ini, dengan lima miliar orang menontonnya dapat menjadi pemicu gerakan positif untuk tanda atau pesan harapan,” ujarnya lagi.
BACA JUGA: Erick Thohir Temui Presiden FIFA, Bahas Sepak Bola Nasional"Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia terakhir pada 2018. Ukraina sedang mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2030. Mungkin Piala Dunia saat ini yang dimulai dalam lima hari bisa menjadi pemicu positif,” tambahnya lagi.Setidaknya, selama satu bulan selama Piala Dunia 2022 berlangsung, bisa dimunculkan situasi damai. Sehingga pada gilirannya dari sisi kemanusian bisa muncul kembali dialog sebagai langkah awal menuju perdamaian.“Anda adalah pemimpin dunia, Anda memiliki kemampuan untuk memengaruhi jalannya sejarah. Sepak bola dan Piala Dunia menawarkan Anda dan dunia platform persatuan dan perdamaian yang unik, jadi mari kita gunakan kesempatan ini untuk melakukan semua yang kita bisa untuk mulai mengakhiri semua konflik,” tandasnya.Penulis: Budi SantosoEditor: Budi SantosoSumber: Daily Mail

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler