Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Isu penyuapan terhadap 8 pemain Ekuador menyeruak dilakukan Tim Qatar. Bahkan sebelum pertandingan berlangsung, Tim Qatar diduga sudah ‘bermain’ lebih dulu.
Negara kaya raya ini diduga menghalalkan segala cara untuk bisa menang atas Ekuador di pertandingan pembukaan Piala Dunia 2022. Marca, media Spanyol melansir laporan ini.
Menurut Marca, isu penyuapan terhadap pemain Ekuador dilaporkan oleh pakar Politik dan Direktur Regional British Center di Arab Saudi, Amjad Taha. Laporan ini langsung menimbulkan polemik menjelang Piala Dunia 2022.
Amjad Taha melaporkan, 8 pemain Ekuador mendapatkan imbalan senilai 7.4 juta US dollar. Jika dirupiahkan besarannya mencapai Rp116 miliar. Itu diberikan agar mereka mengalah dari Qatar di Piala Dunia 2022.
"Kini tuan rumah Piala Dunia menghadapi tuduhan serius, yang akan membuat mereka berada dalam posisi yang buruk. Menurut Amjad Taha, pakar urusan politik strategis dan direktur regional British Center di Arab Saudi,” demikian bunyi berita Marca.
BACA JUGA: Diduga Pakai Pemain Tak Sah, Ekuador Menghadapi Ancaman Besar di Piala Dunia 2022
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



