Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Maskot hewan singa bernama Willie adalah maskot pertama yang digunakan di Piala Dunia. Karakter ini sesuai dengan Inggris yang menjadi tuan rumah Piala Dunia saat itu.

Kemudian berikutnya ada makot berupa anjing bernama Striker yang digunakan di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Ayam jantan bernama Footix juga muncul sebagai maskot saat Piala Dunia digelar di Prancis pada 1998.

Di Piala Dunia 2006 Jerman, muncul maskot berupa hewan singa, yang diberi nama Goleo VI. Lalu di Piala Dunia 2018 Rusia, maskot hewan yang diketengahkan adalah serigala bernama Zabivaka.

Maskot lain diluar binatang, juga pernah diketengahkan di beberapa Piala Dunia. Misalnya topi rumput di Piala Dunia Meksiko 1986. Lalu Argentina pada Piala Dunia 1979 mengetengahkan maskot berupa jersey biru-putih khas Argentina.

Di Piala Dunia Italia 1990, maskot yang tidak menggunakan unsur binatang juga dimunculkan. Saat itu Italia memunculkan maskot berupa bendera tiga warna, merah-putih-hijau, yang identic dengan warna bendera mereka.

BACA JUGA: Cenderamata Piala Dunia 2022 Diproduksi China

Saat Piala Dunia 2002 dimana Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama, maskot yang muncul sangat unik. Berbeda dari maskot sebelumnya yang diekplor dari budaya dan ciri khas negara tuan rumah, kali ini Jepang-Korsel mengetengahkan maskot dalam bentuk imajiner.

Maskot imajiner yang digunakan di Piala Dunia 2002 Jepang-Korsel dibentuk dari tiga karakter. Karakter-karakter itu dihasilkan computer dan diberinama Ato, Kaz dan Niks.Maskot dalam Piala Dunia digunakan untuk menarik perhatian para penggemar, terutama mereka yang sebelumnya bukan penggemar sepak bola. Selain itu untuk menaikan daya tarik turnamen ini.Kepentingan pembentukan citra bagi tuan rumah juga menjadi salah satu alasan mengapa maskot akhirnya digunakan. Sehingga beberapa sektor seperti pariwisata, kuliner dan penjualan produk resmi bisa menghasilkan pemasukan bagi negara tuan rumah.Maskot unik lain yang pernah muncul di Piala Dunia adalah Naranjito. Maskot ini digunakan di Piala Dunia 1982 yang berlangsung di Spanyol. Naranjito adalah sebuah jeruk, yang menjadi bagian penting pertanian di Spanyol.Penggunaan jeruk Naranjito di Piala Dunia 1982 Spanyol, bahkan disebut-sebut berdampak bagi nilai ekspor produksi jeruk mereka. bahkan meningkatkan volume ekspor jeruk Spanyol dalam beberapa tahun berikutnya.Kini di Piala Dunia 2022, Qatar menampilkan maskot La’eeb. Sebuah bentuk yang juga abstrak namun berakar dari budaya dan karakter Qatar.Penulis: Budi SantosoEditor: Budi SantosoSumber: soha.vn

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler