Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jepang di persaingan Grup E, membuat kejutan hebat setelah mengalahkan dua Juara Dunia, Jerman dan Spanyol. Dua kemenangan itu akhirnya membawa Jepang menjadi Juara Grup E, menyalip Spanyol yang beruntung.

Stadion Internasional Khalifa sepertinya menjadi tempat istimewa bagi Jepang. Di tempat ini Jepang menang atas Jerman dan Spanyol. Sebuah pencapaian luar biasa bagi tim wakil Asia ini.

Dengan gaya permainan pressing-tinggi Jepang membuat ‘gila’ tim-tim besar yang menjadi lawannya. Mereka menciptakan rasa frustasi bagi lawannya, untuk kemudian mereka ‘tikam’ setelah terlena.

Saat mengalahkan Jerman, Tim Samurai menunjukan type permainan yang berbeda. Mereka memiliki stamina hebat untuk mampu melakukan pressing ketat, bahkan sejak di daerah pertahanan lawan.

Saat kalah dari Ghana, mereka juga bukan tidak tanpa perlawanan. Mereka bahkan bisa dikatakan lebih banyak merepotkan lawannya. Namun sayangnya, mereka kurang sabar dan tentu saja kurang beruntung.

Melawan Spanyol, adalah pembuktian Jepang bahwa mereka kini bukan tim dunia ketiga.
Gaya high-pressing yang sempat membuat Jerman kewalahan, menimbulkan rasa gelisah bagi Spanyol.

Ketika Morata berhasil mencetak gol, Spanyol hanya sebentar merasa lega sebelum akhirnya dibuat kalut di sepanjang babak kedua. Jepang punya ide lain, dan mengobrak-abrik Spanyol sejak awal babak kedua.
Jepang tidak membiarkan gaya posesion ball Spanyol berkembang. Para pemain Jepang bahkan berani ‘menggerebek’ lawan, saat bola masih bergulir di area Spanyol. Akibatnya, upaya Spanyol membangun serangan dari bawah langsung terhambat.BACA JUGA: Jepang ‘Ngedan’, Jerman ‘Tertendang’Spanyol masih memiliki hampir seluruh babak kedua untuk melakukan pemulihan. Tetapi mereka kekurangan energi atau ide, atau bahkan keduanya. Tidak ada ancaman berarti bagi kiper Jepang, Shuichi Gonda.Berita kemenangan Jerman atas Kostarika, yang pada akhirnya membuat Spanyol dan pendukungnya bernafas lega. Sebelumnya mereka dibuat sesak nafas, karena Kostarika berhasil unggul lebih dulu.Kemenangan Spanyol atas Kostarika 7-0 menjadi sekoci penyelamat bagi Spanyol. Mereka masih unggul selisih gol atas Jerman, yang mengalahkan Kostarika. Jika tidak, maka Spanyol harus membayar mahal kekalahannya dari Jepang. Penulis: Budi SantosoEditor: Budi Santoso

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler