“Para pemain dan staf bekerja sangat keras. Saya ingin berterima kasih kepada semua rekan tim, keluarga sepak bola, dan orang-orang kami yang telah membawa kami ke tahap ini," kata Moriyasu.
Kendati dirinya gagal membawa tim Jepang, Moriyasu tetap melihat ada sebuah perkembangan menakjubkan di sepak bola Jepang. Menurutnya ini adalah penanda baru bagi era baru sepak bola Jepang.
"Kami tidak bisa melewati rintangan babak 16 besar, tetapi para pemain menunjukkan era baru," tambahnya.
Jepang dengan peringkat 24 dunia, mengalahkan tim peringkat 7 Spanyol, dan peringkat 11 Jerman. Melawan Kroasia, kesempatan untuk menang sebenarnya sangat terbuka, dengan banyaknya peluang bagi Jepang.
Pemain sayap Jepang, Ritsu Doan, mengatakan Samurai Biru seharusnya menghabisi Kroasia sebelum pertandingan berlanjut ke adu penalty. Namun sayangnya mereka tidak cukup kejam dalam menyelesaikan peluang.
BACA JUGA: Momen Pelatih Jepang Membungkuk Minta Maaf
"Sulit untuk menemukan kata-kata. Kami bisa menciptakan lebih banyak peluang dari pertengahan babak kedua, dan kami tidak bisa menyalahkan siapa pun untuk adu penalty. Permainan kami yang tidak bisa menyelesaikan peluang adalah masalahnya," sesal Ritsu Doan.Pemain lainnya, Maeda menyatakan sangat berterima kasih bisa membela Jepang di Piala Dunia 2022. Maeda termasuk salah satu yang gagal menyelesaikan peluang bagi Jepang untuk bisa menyelesaikan pertandingan.“Banyak orang membantu saya dan memungkinkan saya untuk berdiri di sini dan saya ingin berterima kasih kepada mereka untuk itu. Ini adalah turnamen untuk membayar mereka kembali dan benar-benar membuat frustrasi karena tidak berhasil melaju ke tahap berikutnya," ujarnya penuh penyesalan. Penulis: Budi SantosoEditor: Budi SantosoSumber: Kyodonews
Murianews, Doha – Moriyasu tetap memuji para pemaian Jepang. Meski kalah dalam adu tendangan pinalti melawan Kroasia, pelatih Jepang ini menyatakan tetap bangga. Kekalahan Jepang membuat mereka gagal mencapai perempat final untuk pertama kalinya.
“Para pemain dan staf bekerja sangat keras. Saya ingin berterima kasih kepada semua rekan tim, keluarga sepak bola, dan orang-orang kami yang telah membawa kami ke tahap ini," kata Moriyasu.
Kendati dirinya gagal membawa tim Jepang, Moriyasu tetap melihat ada sebuah perkembangan menakjubkan di sepak bola Jepang. Menurutnya ini adalah penanda baru bagi era baru sepak bola Jepang.
"Kami tidak bisa melewati rintangan babak 16 besar, tetapi para pemain menunjukkan era baru," tambahnya.
Jepang dengan peringkat 24 dunia, mengalahkan tim peringkat 7 Spanyol, dan peringkat 11 Jerman. Melawan Kroasia, kesempatan untuk menang sebenarnya sangat terbuka, dengan banyaknya peluang bagi Jepang.
Pemain sayap Jepang, Ritsu Doan, mengatakan Samurai Biru seharusnya menghabisi Kroasia sebelum pertandingan berlanjut ke adu penalty. Namun sayangnya mereka tidak cukup kejam dalam menyelesaikan peluang.
BACA JUGA: Momen Pelatih Jepang Membungkuk Minta Maaf
"Sulit untuk menemukan kata-kata. Kami bisa menciptakan lebih banyak peluang dari pertengahan babak kedua, dan kami tidak bisa menyalahkan siapa pun untuk adu penalty. Permainan kami yang tidak bisa menyelesaikan peluang adalah masalahnya," sesal Ritsu Doan.
Pemain lainnya, Maeda menyatakan sangat berterima kasih bisa membela Jepang di Piala Dunia 2022. Maeda termasuk salah satu yang gagal menyelesaikan peluang bagi Jepang untuk bisa menyelesaikan pertandingan.
“Banyak orang membantu saya dan memungkinkan saya untuk berdiri di sini dan saya ingin berterima kasih kepada mereka untuk itu. Ini adalah turnamen untuk membayar mereka kembali dan benar-benar membuat frustrasi karena tidak berhasil melaju ke tahap berikutnya," ujarnya penuh penyesalan.
Penulis: Budi Santoso
Editor: Budi Santoso
Sumber: Kyodonews