Paulo Bento, usai pertandingan itu menegaskan dirinya akan meninggalkan posisinya sebagai pelatih Timnas Korea Selatan. Keputusannya sebagai bagian wujud tanggung-jawab dirinya atas jabatan yang diembannya itu.
Sejak 2018, tepatnya bulan Agustus, Paulo Benton ditunjuk menjadi pelatih Timnas Korea Selatan. Sejak itu, Bento menyiapkan timnya dan berhasil bermain di Piala Dunia 2022. Mengalahkan Portugal adalah prestasi gemilang dirinya bersama Korea Selatan.
"Saya hanya harus memikirkan masa depan dan tidak akan bersama tim nasional Korea Selatan. Saya baru saja mengumumkan kepada para pemain dan presiden federasi Korea Selatan dan ini adalah keputusan yang sudah saya ambil sejak September,” ujar Paulo Bento.
Rencana mundur Bento sudah disampaikannya sejak September lalu. Berhasil atau tidak di Piala Dunia 2022, Bento menyatakan akan meninggalkan Korea Selatan.
"Hari ini saya telah mengonfirmasinya dan saya harus berterima kasih kepada mereka atas semua yang telah mereka lakukan. Mereka telah memberikan yang terbaik dan saya sangat senang dan bangga menjadi manajer mereka," puji Paulo Bento pada timnya.Dibawah arahan Paulo Bento, Korea Selatan berhasil lolos ke babak 16 besar setelah meraih posisi runner-up. Di penyisihan Grup H, mereka merebut hasil imbang dari Uruguay, lalu kalah 2-3 dari Ghana.Pertandingan melawan Portugal yang merupakan negara asal Bento, menjadi yang fenomenal. Korea Selatan dengan kegigihannya berhasil menang 2-1, dan menyingkirkan Uruguay untuk maju ke Babak 16 Besar.Sayangnya di pertandingan Babak 16 Besar, Korsel menelan kekalahan. Setelah dibuat berkeping Brasil, Paulo Benton mundur.Penulis: Budi SantosoEditor: Budi SantosoSumber: Korea Times
Murianews, Doha – Dibuat berkeping Brasil, Paulo Bento mundur. Keputusan ini diambil pelatih Korea Selatan asal Portugal, setelah timnya dikalahkan Brasil 1-4 di Stadion 974 Ras Abu Aboud, Selasa (6/12/2022) dinihari WIB.
Paulo Bento, usai pertandingan itu menegaskan dirinya akan meninggalkan posisinya sebagai pelatih Timnas Korea Selatan. Keputusannya sebagai bagian wujud tanggung-jawab dirinya atas jabatan yang diembannya itu.
Sejak 2018, tepatnya bulan Agustus, Paulo Benton ditunjuk menjadi pelatih Timnas Korea Selatan. Sejak itu, Bento menyiapkan timnya dan berhasil bermain di Piala Dunia 2022. Mengalahkan Portugal adalah prestasi gemilang dirinya bersama Korea Selatan.
"Saya hanya harus memikirkan masa depan dan tidak akan bersama tim nasional Korea Selatan. Saya baru saja mengumumkan kepada para pemain dan presiden federasi Korea Selatan dan ini adalah keputusan yang sudah saya ambil sejak September,” ujar Paulo Bento.
Rencana mundur Bento sudah disampaikannya sejak September lalu. Berhasil atau tidak di Piala Dunia 2022, Bento menyatakan akan meninggalkan Korea Selatan.
BACA JUGA: Brasil Menyalakan Tanda Bahaya Bagi Pesaingnya
"Hari ini saya telah mengonfirmasinya dan saya harus berterima kasih kepada mereka atas semua yang telah mereka lakukan. Mereka telah memberikan yang terbaik dan saya sangat senang dan bangga menjadi manajer mereka," puji Paulo Bento pada timnya.
Dibawah arahan Paulo Bento, Korea Selatan berhasil lolos ke babak 16 besar setelah meraih posisi runner-up. Di penyisihan Grup H, mereka merebut hasil imbang dari Uruguay, lalu kalah 2-3 dari Ghana.
Pertandingan melawan Portugal yang merupakan negara asal Bento, menjadi yang fenomenal. Korea Selatan dengan kegigihannya berhasil menang 2-1, dan menyingkirkan Uruguay untuk maju ke Babak 16 Besar.
Sayangnya di pertandingan Babak 16 Besar, Korsel menelan kekalahan. Setelah dibuat berkeping Brasil, Paulo Benton mundur.
Penulis: Budi Santoso
Editor: Budi Santoso
Sumber: Korea Times