Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurut keterangan resmi FIFA, bola ‘Al Hilm’ ini juga dilengkapi dengan tehnologi pendeteksi offside. Namanya secara harafiah berarti ‘mimpi’, dan memiliki desain yang berbeda dengan Al Rihla.

Piala Dunia 2022 Qatar yang sudah mulai memasuki pekan terakhir, masih akan menyisakan empat pertandingan terakhir. Masing-masing dua pertandingan semifinal, satu pertandingan perebutan posisi ke-3 dan pertandingan final.

Bola Al Hilm atau The Dream didesain dengan warna merah anggur yang merupakan warna karakter dari Qatar. Bola ini adalah lanjutan dari filosofi Al Rihla yang secara harafiah memiliki arti ‘perjalanan’.

Setelah adanya ‘perjalanan’- Al Rihla dari penyisihan grup, maka bola yang digunakan diharapkan bisa mewujudkan mimpi atau Al Hilm di babak puncak. Filosofi seperti itu yang dimaksudkan FIFA.

"Al Hilm akan menjadi bola resmi untuk semifinal, pertandingan untuk memperebutkan tempat ketiga dan final yang dijadwalkan pada 18 Desember di stadion Lusail,” demikian pengumuman resmi dari FIFA.

Berbeda dengan Al Rihla yang memiliki garis biru dan merah yang ditandai juga dengan warna emas, Al Hilm tampil dengan corak berbeda. Meski tehnologinya sama, bola Al Hilm tampil dengan dominasi warna putih dan merah maroon khas Qatar.
BACA JUGA: Bola di Piala Dunia 2022 Dilengkapi Teknologi Canggih, Bisa Identifikasi OffsideAl Hilm diklaim menjadi bola semifinal dan final Piala Dunia pertama yang dibuat secara eksklusif dengan tinta dan lem berbahan dasar air. Singkatnya, ini adalah pertaruhan komersial dari Adidas yang memproduksinya.Bola baru ini juga akan dilengkapi dengan sensor pendeteksi offside semi otomatis, sama seperti pendahulunya Al Rihla. Sensor tersebut diletakan di bagian tengah bola, yang akan mengirimkan data 500 kali setiap detiknya.Dengan tehnologi ini, penentuan posisi offside akan bisa dilakukan secara akurat. Tingkat akurasinya diklaim melebihi kemampuan yang bisa dilakukan oleh mata manusia.Penulis: Budi SantosoEditor: Budi SantosoSumber: FIFA

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler