Sebuah video ramai beredar di media sosial baru-baru ini. Video itu berisi gambaran suasana ruang ganti Prancis, saat turun minum. Kylian Mbappe memberikan pidato untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya.
"Ini adalah pertandingan final Piala Dunia, ini adalah pertandingan sekali seumur hidup. Kita tidak bisa tampil lebih buruk dari ini. Kita kembali ke lapangan, antara membiarkan mereka bermain atau kita tampil lebih intens dan berani berduel dan melakukan hal lain," kata Mbappe.
"Ini adalah final Piala Dunia. Mereka sudah mencetak dua gol, kit tertinggal dua gol. Kita bisa membalikkan keadaan! Selalu seperti ini setiap empat tahun," sambung penyerang andalan Prancis tersebut.
Saat itu, Prancis tengah tertinggal 0-2 dari Argentina. Upaya mereka untuk mengejar ketinggalan berhasil dilakukan. Keputusan Didier Deschamps melakukan pergantian pemain menunjukan hasil.
Menurut laporan RMC, pelatih Prancis, Didier Deschamps pada kesempatan yang sama juga mengobarkan kata-kata keras untuk membangkitkan moral pemainya. Mantan Kapten Prancis ini menyampaikan kata-kata menusuk perasaan para pemainnya.
"Hei dengar, saya akan memberitahu kalian tanpa rasa kesal. Apakah kalian tahu perbedaan kita dan lawan? Mereka bermain seperti di laga final Piala Dunia. Dan kita tidak melakukannya!," ucap Deschamps pada momen itu, dilansir RMC.
"Kita memiliki kualitas, karakter yang kuat. Saya suka itu, saya mencintainya. Jangan biarkan lepas begitu saja. Segalanya berlangsung sangat cepat. Kalian harus yakin sampai semua berakhir," tegas Deschamps lagi.
RMC juga melansir perkataan kiper cadangan Steve Mandanda yang menghardik rekan-rekannya. Meski berstatus sebagai pemain cadangan Mandanda berani melontarkan ucapan keras yang membangkitkan moral teman-temannya.
"Teman-teman, ini sudah selesai. Kita ketinggalan 0-2, ini sudah habis. Apakah ini yang kita inginkan? Kita semua pernah melakukannya, membalikkan keadaan. Dan itu tidak mustahil. Kalian harus pergi ke lapangan dengan pola pikir yang berbeda, kawan. Tidak ada yang tidak mungkin di final, kawan, ayo! Kita bisa melakukannya," ujar Mandanda dengan nada kesal bercampur marah.
BACA JUGA: Meski Dihibur Presiden, Mbappe Tetap BersedihSejak momen Mbappe membakar semangat pemain Prancis itu, Prancis memang tidak langsung bisa membalik keadaan. Namun setelah Deschamps mengganti sejumlah pemain, Prancis mulai mendapatkan harapan sejak menit ke-80. Mbappe mencetak dua gol.Skor 2-2 membuat waktu tambahan harus digelar. Namun Lionel Messi kembali membuat Prancis tersenggal, sebelum Kylian Mbappe mengembalikan keadaan. Prancis bahkan mendapat peluang sangat baik melalui Kolo Muani.Namun sayangnya, nasib baik tak memihak mereka. Kebangkitan luar biasa Prancis akhirnya redup di babak adu tendangan pinalti. Mereka kalah menyakitkan, dan gagal mempertahankan gelar.Penulis: Budi SantosoEditor: Budi SantosoSumber: RMC
Murianews, Paris – Piala Dunia 2022 Qatar sudah berakhir. Argentina keluar sebagai juara setelah mengalahkan Prancis. Namun tiga hari setelah final Piala Dunia terbaik berakhir, momen Mbappe bakar semangat pemain Prancis terkuak.
Sebuah video ramai beredar di media sosial baru-baru ini. Video itu berisi gambaran suasana ruang ganti Prancis, saat turun minum. Kylian Mbappe memberikan pidato untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya.
"Ini adalah pertandingan final Piala Dunia, ini adalah pertandingan sekali seumur hidup. Kita tidak bisa tampil lebih buruk dari ini. Kita kembali ke lapangan, antara membiarkan mereka bermain atau kita tampil lebih intens dan berani berduel dan melakukan hal lain," kata Mbappe.
"Ini adalah final Piala Dunia. Mereka sudah mencetak dua gol, kit tertinggal dua gol. Kita bisa membalikkan keadaan! Selalu seperti ini setiap empat tahun," sambung penyerang andalan Prancis tersebut.
Saat itu, Prancis tengah tertinggal 0-2 dari Argentina. Upaya mereka untuk mengejar ketinggalan berhasil dilakukan. Keputusan Didier Deschamps melakukan pergantian pemain menunjukan hasil.
Menurut laporan RMC, pelatih Prancis, Didier Deschamps pada kesempatan yang sama juga mengobarkan kata-kata keras untuk membangkitkan moral pemainya. Mantan Kapten Prancis ini menyampaikan kata-kata menusuk perasaan para pemainnya.
"Hei dengar, saya akan memberitahu kalian tanpa rasa kesal. Apakah kalian tahu perbedaan kita dan lawan? Mereka bermain seperti di laga final Piala Dunia. Dan kita tidak melakukannya!," ucap Deschamps pada momen itu, dilansir RMC.
"Kita memiliki kualitas, karakter yang kuat. Saya suka itu, saya mencintainya. Jangan biarkan lepas begitu saja. Segalanya berlangsung sangat cepat. Kalian harus yakin sampai semua berakhir," tegas Deschamps lagi.
RMC juga melansir perkataan kiper cadangan Steve Mandanda yang menghardik rekan-rekannya. Meski berstatus sebagai pemain cadangan Mandanda berani melontarkan ucapan keras yang membangkitkan moral teman-temannya.
"Teman-teman, ini sudah selesai. Kita ketinggalan 0-2, ini sudah habis. Apakah ini yang kita inginkan? Kita semua pernah melakukannya, membalikkan keadaan. Dan itu tidak mustahil. Kalian harus pergi ke lapangan dengan pola pikir yang berbeda, kawan. Tidak ada yang tidak mungkin di final, kawan, ayo! Kita bisa melakukannya," ujar Mandanda dengan nada kesal bercampur marah.
BACA JUGA: Meski Dihibur Presiden, Mbappe Tetap Bersedih
Sejak momen Mbappe membakar semangat pemain Prancis itu, Prancis memang tidak langsung bisa membalik keadaan. Namun setelah Deschamps mengganti sejumlah pemain, Prancis mulai mendapatkan harapan sejak menit ke-80. Mbappe mencetak dua gol.
Skor 2-2 membuat waktu tambahan harus digelar. Namun Lionel Messi kembali membuat Prancis tersenggal, sebelum Kylian Mbappe mengembalikan keadaan. Prancis bahkan mendapat peluang sangat baik melalui Kolo Muani.
Namun sayangnya, nasib baik tak memihak mereka. Kebangkitan luar biasa Prancis akhirnya redup di babak adu tendangan pinalti. Mereka kalah menyakitkan, dan gagal mempertahankan gelar.
Penulis: Budi Santoso
Editor: Budi Santoso
Sumber: RMC