Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jika dulu Juventus pernah ‘dihajar’ oleh skandal pengaturan skor Calciopoli, hingga degradasi ke serie B, kini situasi yang sama tengah membayang.

Situasi di luar lapangan yang terjadi dan akan terjadi, justru kembali membuat Juventus dalam kecemasan. Mereka dikepung masalah dari berbagai arah. Menghadapi penyelidikan Jaksa Penuntut Umum Turin, Jaksa Italia dan, juga UEFA.

Setelah skandal Calciopoli 17 tahun silam, kini Juventus tengah menjalani investigasi terhadap tuduhan pemalsuan laporan keuangan. Langkah blunder itu terjadi saat mereka mencoba ‘memperindah’ pembukuan setelah pandemic menghajar ekonomi mereka.

Kini skandal dengan sebutan 'plusvalenza' dan manipulasi laporan keuangan tengah mendera Juventus. Sebuah tindakan hukum yang bisa saja beimplikasi besar terhadap Si Nyonya Tua ini.

Dari sekian masalah itu, sekitar dua tahun yang lalu, badan pengawas serie A (COVISOC), mengendus adanya "lusinan" kesepakatan yang melibatkan nilai transfer pemain. Temuan ini diteruskan ke Jaksa Penuntut Umum Turin yang kemudian membuka ‘Investigasi Prisma’.

Ada 14.000 halaman dokumen hasil penyadapan dan dokumen elektronik berisikan bukti beberapa kasus pemalsuan laporan tahun finansial 2018/19 sampai 2020/21. Ini adalah hasil investigasi yang mengarah pada laporan fiktif yang dilakukan Juventus.

BACA JUGA: Liga Italia, Ini Hasil-hasil PertandinganyaSebanyak 12 petinggi Juventus telah resmi mendapatkan dakwaan. Diantaranya adalah bekas direktur sepakbola Fabio Paratici, yang kini bekerja di Tottenham Hotspur. Juga penasehat hukum Juventus, Cesare Gabasio.Mereka dikaitkan dengan empat dakwaan yang mengemuka setelah investigasi dibuka. Diantaranya dakwaan melakukan manipulasi pasar, faktur palsu, pemalsuan pengungkapan perusahaan, serta mencegah otoritas pengawas melakukan tugasnya.Juventus kembali dalam kemelut, inilah yang terjadi pada tim besar di Italia ini. Jika semuanya terbukti, besar kemungkinan mereka bisa kembali terlempar di level rendah di Liga Italia. Penulis: Budi SantosoEditor: Budi SantosoSumber: Goal

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler